Di situlah Alex ditangkap. Mungkin ia akan ke Macau naik speed boat sewaan. Atau akan ke Zuhai. Saat itu Alex membawa uang tunai 500.000 dolar HK, atau sekitar Rp 1 miliar. Ia juga membawa beberapa jam tangan mahal, senilai sekitar 4 juta dolar HK.
Polisi akhirnya juga menangkap pengemudi speed boat sewaan itu. Ia hanya mengemudikan. Speed boat nya sendiri milik perusahaan. Nama pengemudi itu Lin. Ia akan dibayar hampir Rp 2 miliar untuk pelarian itu.
Kini empat anak Choi (2 dari Alex, 2 dari suami sekarang) jadi korban. Ibu Choi akan mengasuh anak-anak itu. Empat orang masih ditahan. Tanpa bisa ada penjaminan. Hanya pacar Kwong Kau yang ditahan luar: ia terlibat karena Alex sempat sembunyi di rumahnya. Rupanya sang anak tahu bahwa ayahnya punya pacar itu.
Baca Juga:Awas, Jangan Gunakan Headset Lebih dari 60 Menit, Resikonya Bisa Menyebabkan Gangguan PendengaranMisteri Toba
Drama ini akan cepat berlalu. Motifnya sudah ketahuan: soal kepemilikan rumah. Bahwa Choi dimulitasi juga sudah jelas: ingin menghilangkan jejak sehilang-hilangnya. Sampai diiris-iris sekecil-kecilnya, selembut-lembutnya.
Tidak ada wanita, tidak ada takhta. Hanya harta. Itu pun hanya sebuah rumah dan sejumlah jam tangan mahal. Total, nilainya, sekitar Rp 150 miliar.
Saya pun menghubungi sahabat Disway di Hong Kong. Seorang pengacara. Saya bertanya: siapa kelak yang akan memiliki rumah 4 kamar itu?
Kalau betul Choi bisa membuktikan bahwa uang pembelian itu dari dirinyi, suami yang sekarang bisa gugat ke pengadilan. Minta nama kepemilikan rumah itu diubah. Dari mantan mertua Choi ke dirinya. Lalu hukum waris Hong Kong akan berlaku: 50 persen milik suami yang sekarang, 50 persen milik 4 anak Choi.
Tentu tergantung juga apakah Choi meninggalkan wasiat tertulis sebelum meninggal. Kalau ada wasiat, wasiat itulah yang harus dilaksanakan. Bagaimana kalau sebelum dibunuh Choi dipaksa bikin wasiat? Tentu ini kriminal tambahan bagi Kwong Kau.
Bagaimana kalau akhirnya ketahuan rumah itu di atas namakan Kwong untuk menghindari pajak?
Mudah. Setelah suami Choi berhasil mendapatkan rumah tersebut ia harus membayar sejumlah pajak yang dihindarkan. Ditambah denda.
Baca Juga:DPRD Dukung Pengembangan ‘Kampung Buah’ di Batang3 Pencuri Spesialis Minimarket Ditangkap, Ini Para Pelakunya
Kebetulan di sana taat pajak sangat tinggi. Biar pun petugas pajaknya belum ada yang punya Rubicon. (Dahlan Iskan)
