Bangun Kepemimpinan Sekolah yang Visioner dan Berdaya

Bangun Kepemimpinan Sekolah yang Visioner dan Berdaya
PELATIHAN - Pelatihan kepemimpinan selama dua hari (26-27 Agustus 2025) untuk para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sosial Islam (YP2SI) Al Ummah.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Banyak kepala sekolah cerdas tapi tidak semua mau terus bertumbuh. Di sinilah kesadaran itu muncul, bahwa memimpin lembaga pendidikan bukan hanya soal jabatan, tapi tentang keberanian mengelola perubahan dan komitmen menjaga mutu.

Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sosial Islam (YP2SI) Al Ummah menggelar pelatihan kepemimpinan selama dua hari (26-27 Agustus 2025) untuk para kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari seluruh unit pendidikan di bawah naungannya.

Kegiatan ini mengusung tema “Kepemimpinan Efektif untuk Pengelolaan Target Sekolah dan Pengendalian Mutu Pendidikan di Sekolah Islam Terpadu. Pelatihan ini dirancang sebagai ruang refleksi, penguatan semangat kepemimpinan, dan transformasi strategi manajerial menuju mutu yang terintegrasi.

Baca Juga:Ribuan Jemaah Padati Haul Akbar ke-26 KH AmirinGuru PAUD Wajib S1, Kementerian Sediakan Bantuan Pendidikan Rp 3Juta per Semester

“Lembaga pendidikan modern haruslah mampu menjawab tantangan jaman dan membangun ekosistem yang inklusif. Karakter ‘agile’ harus melekat dalam jiwa para pimpinan sekolah sehingga kesadaran dalam berkualitas dan orientasi perbaikan organisasi tinggi.” ungkap Direktur Eksekutif BPH YP2SI Al Ummah Anna Agustina, S.Pd., M.Pd, dalam materi yang disampaikan.

Dijelaskan lebih lanjut, hari pertama pelatihan diawali dengan refleksi yang menggugah kembali semangat kepemimpinan dalam perspektif tarbiyah Islamiyah. Kelembutan, musyawarah, dan tanggung jawab adalah fondasi kepemimpinan yang berkah.

Dilanjutkan dengan paparan oleh Dr. Siti Ismuzaroh, M.Pd, pengawas pembina cabang dinas wilayah XIII, yang menegaskan peran kunci pemimpin sekolah. Peserta diajak menyelami profil pemimpin sekolah efektif melalui studi kasus nyata.

Sesi siang hari menjadi sorotan tersendiri. Peserta diminta mengamati video kegiatan antar unit. Bukan sekadar menonton, tapi menangkap “nilai unik” (VP) dari lembaga masing-masing.

Proses ini berlanjut ke penyusunan Business Model Canvas (BMC), hingga menghasilkan identitas dan strategi program berbasis keunggulan lokal. Hari kedua berfokus pada manajemen kinerja guru, evaluasi mutu, dan integrasi pendidikan karakter.

Simulasi coaching, analisis risiko mutu, serta pembuatan rencana aksi menjadi praktik nyata yang memperkuat kemampuan manajerial peserta.

“Luar biasa materi-materi dan simulasi dalam pelatihan 2 hari ini. Semoga semua ilmu bisa kami praktekkan di sekolah masing-masing,” ucap Hani’ Maghfiroh, S.Sos, salah satu peserta pelatihan.

0 Komentar