Aksi Massa di Batang Ricuh, DPRD Dilempari Batu

Aksi demonstrasi di gedung DPRD Batang berujung ricuh.
Suasana demonstrasi di depan gedung DPRD Batang yang berakhir ricuh pada Jumat (30/8/2025) sore.
0 Komentar

BATANG — Aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung tertib di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Batang berujung ricuh ketika massa melanjutkan orasi di depan Gedung DPRD Batang, Rabu (28/8/2025).

Jumlah massa yang semula hanya puluhan meningkat menjadi ratusan orang. Selain aliansi masyarakat sipil, terlihat pula sejumlah pelajar SMA yang ikut berunjuk rasa sambil membawa bendera Merah Putih dan atribut bergambar tokoh animasi.

Kericuhan pecah usai Ketua DPRD Batang, Su’udi, menyampaikan jawaban atas aspirasi yang dilontarkan oleh para demonstran.

Baca Juga:Terima Aspirasi Masyarakat Sipil, DPRD Batang Janji Tindak LanjutiDapat Apresiasi Pemda, TPS3R Jaya Mandiri Makmur Makin Moncer

Saat hendak memasuki gedung bersama Sekretaris DPRD Daryono, anggota dewan, Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana, serta Dandim 0736/Batang, ia nyaris terkena lemparan batu.

Situasi semakin tak terkendali. Massa melempari gedung dengan batu dan kayu hingga memecahkan sejumlah kaca. Pintu pagar besi pun dirusak dalam upaya menjebol gedung DPRD.

Polisi akhirnya menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Para demonstran lari berpencar ke arah Jalan Wahid Hasim dan Jalan Kyai Atas Angin.

Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana mengakui aksi massa terbelah. Sebagian telah meninggalkan lokasi usai menyampaikan aspirasi, namun kelompok lain—yang didominasi pelajar—terprovokasi hingga terjadi kericuhan.

“Tadi sudah disampaikan oleh perwakilan massa dan sudah ditanggapi Ketua DPRD. Namun, sebagian ada yang tidak menerima dan justru membuat onar. Banyak yang masih pelajar,” ujar Edi.

Polisi berusaha melakukan pendekatan persuasif, tetapi lemparan batu memicu situasi makin brutal. “Kami sudah coba tertibkan dan memberi peringatan, tapi massa makin beringas,” tambahnya.

Hingga pukul 17.00 WIB, polisi masih berupaya menenangkan massa yang bertahan di sekitar Jalan Kyai Atas Angin sebelum akhirnya bubar.

Baca Juga:Kejari Batang–PAM Sendang Kamulyan Teken Kerja Sama Bidang DatunPemkab Batang Apresiasi Desa Bangun TPS3R Mandiri

Setidaknya 29 orang yang diduga memicu kerusuhan diamankan anggota Satreskrim Polres Batang.

Hingga malam, personel kepolisian masih berjaga di sekitar Gedung DPRD Batang untuk mengantisipasi potensi aksi susulan.

0 Komentar