Tembus 1,5 Juta! Kunjungan Wisata Batang Melonjak 139 Persen Sepanjang 2025

Tembus 1,5 Juta! Kunjungan Wisata Batang Melonjak 139 Persen Sepanjang 2025
DOK. ISTIMEWA NIKMATI LUMBA-LUMBA - Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan bersama istrinya, Faelasufa dan kedua buah hatinya menikmati wahana lumba-lumba di Safari Beach Jateng Pantai Sigandu Batang.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG — Sektor pariwisata di Kabupaten Batang mencatat sejarah baru sepanjang tahun 2025. Data rekapitulasi Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Batang menunjukkan jumlah kunjungan wisata mencapai 1.500.686 pengunjung, sebuah lonjakan fantastis yang naik 139 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tercatat 1.080.467 kunjungan.

Kepala Disparpora Batang, Ulul Azmi, menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting di masa kepemimpinan Bupati M Faiz Kurniawan dan Wakil Bupati Suyono.

“Ini menunjukkan pemulihan sekaligus peningkatan signifikan sektor pariwisata pasca-pandemi. Momentum ini sangat penting bagi penggerak ekonomi daerah,” ujar Ulul, Jumat (12/12/2025).

Baca Juga:Market Day SD Salafiyah Fityatul Huda Tumbuhkan Great Kids Preneur dan Teamwork SkillsKolaborasi Lazismu dan Muhammadiyah Bangun Gazebo Riset Alpukat di Gentinggunung Kendal

Lonjakan kunjungan tertinggi tercatat pada bulan Juli, yang mencapai 371.706 wisatawan, dipicu oleh libur sekolah, cuti bersama, dan promosi pariwisata yang masif.

Menariknya, Ulul mengungkapkan adanya pergeseran minat wisatawan. Meskipun wisata alam masih diminati, destinasi wisata religi dan sejarah justru menjadi penyumbang pengunjung terbesar.

“Wisata alam masih diminati, justru wisata religi dan sejarah menjadi penyumbang pengunjung terbesar,” jelasnya.

Destinasi terpopuler sepanjang 2025 adalah Situs Syekh Maulana Maghribi Wonobodro dengan total 533.046 kunjungan. Situs religi lainnya yang ramai dikunjungi adalah Syekh Maulana Maghribi Ujungnegoro (73.936 kunjungan) dan Syekh Abdurrahman Kajoran (3.603 kunjungan). Sementara wisata non-religi dengan kunjungan tinggi meliputi Kolam Renang Rejoasari Timur (279.790 kunjungan) dan Pantai Sigandu (232.394 kunjungan).

Tingginya kunjungan ini berdampak positif pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata, yang hingga 8 Desember 2025 telah mencapai Rp 2,35 miliar, atau sekitar 60 persen dari target Rp 3,893 miliar.

Menutup keterangannya, Ulul menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kolaborasi.

“Kenaikan 139 persen ini menjadi bukti kebangkitan pariwisata Batang pasca-pandemi. Ini hasil kolaborasi pemerintah daerah, pelaku wisata, dan masyarakat. Tugas kami ke depan adalah menjaga momentum dan terus berinovasi agar wisata Batang semakin dikenal luas,” pungkasnya. (fel/nov)

0 Komentar