Sampah Kiriman Kembali Sumbat Sungai Kendal, Sekretaris DLH Geram: Padahal Baru Saja Kita Bersihkan!

Sampah Kiriman Kembali Sumbat Sungai Kendal, Sekretaris DLH Geram: Padahal Baru Saja Kita Bersihkan!
ABDUL GHOFUR BERSIHKAN SAMPAH - Sejumlah petugas DLH Kabupaten Kendal membersihkan tumpukan sampah berbagai jenis yang menyumbat aliran sungai di bawah jembatan jalur Pantura Kendal, Selasa (30/12/2025), tepatnya di kawasan sekitar Masjid Agung Kendal.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Persoalan sampah kembali menghantui aliran Sungai Kendal tepat di pengujung tahun 2025. Tumpukan material limbah terlihat menyumbat aliran air di bawah jembatan jalur Pantura, kawasan dekat Masjid Agung Kendal, yang memicu kekhawatiran terjadinya banjir akibat tersumbatnya arus sungai.

Pantauan di lokasi pada Selasa, 30 Desember 2025, tumpukan sampah tersebut didominasi oleh batang pisang, kayu gelondongan, serta limbah rumah tangga. Mirisnya, penyumbatan ini terjadi kembali hanya berselang beberapa pekan setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kendal melakukan aksi pembersihan besar-besaran di titik yang sama pada awal Desember lalu.

Sekretaris DLH Kabupaten Kendal, Ahmad Syaiful Huda, mengungkapkan rasa prihatin sekaligus geram melihat rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai. Ia menyebut sampah kiriman dari hulu mulai menumpuk sejak lima hari terakhir seiring meningkatnya intensitas hujan.

Baca Juga:Pasca-Tragedi Ibu dan Anak, Perlintasan KA KM 98+2/3 Pekalongan–Sragi Resmi Ditutup PermanenKantah Kota Pekalongan Tuntaskan Sertifikasi 112 Tanah Wakaf, Aset Polri Kini Resmi Jadi Elektronik

“Ini sudah menumpuk sekitar lima harian lalu. Padahal awal bulan kemarin sudah kita bersihkan. Tapi sekarang kembali seperti ini. Ayolah, jangan buang sampah di sungai. Kalau terus seperti ini, sungai tidak akan pernah bersih,” tegas Huda saat memantau proses pembersihan darurat di lokasi.

Sedimentasi Tinggi di Jalur Pantura

Huda menjelaskan, titik penyumbatan di bawah jembatan Pantura Kendal memang menjadi area krusial. Selain karena penyempitan, terdapat sedimentasi lumpur yang cukup tinggi di dasar sungai. Kondisi ini menyebabkan material padat seperti kayu dan batang pisang mudah tersangkut dan mengunci aliran air.

“Di bawah jembatan itu sedimentasinya tinggi. Jadi begitu ada sampah lewat, langsung nyangkut. Airnya jadi mampet,” jelasnya.

Sinergi Pemkab dan Provinsi

Meskipun secara regulasi pengelolaan dan normalisasi Sungai Kendal merupakan kewenangan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Kendal memilih untuk segera turun tangan. Mengingat urgensi ancaman banjir di akhir tahun, DLH Kendal mengerahkan personel guna memastikan aliran air tetap lancar.

“Ini memang kewenangan Balai PSDA Jawa Tengah, tapi karena kondisinya mendesak dan akhir tahun, kami bantu lakukan pembersihan agar aliran kembali lancar,” tambah Huda.

0 Komentar