Awali 2026, Sekda Kota Pekalongan Pimpin Apel Perdana dan Tekankan Kinerja serta Ketelitian Anggaran

Sekda Kota Pekalongan Pimpin Apel Perdana
UPACARA - Sekda Kota Pekalongan Nur Priyantomo memimpin langsung apel perdana yang digelar di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pekalongan, Senin (5/1/2026).
0 Komentar

KOTA PEKALONGAN, RADARPEKALONGAN.ID – Mengawali pelaksanaan pemerintahan di tahun 2026, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan Nur Priyantomo memimpin langsung apel perdana yang digelar di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Pekalongan, Senin (5/1/2026).

Apel yang diikuti seluruh pegawai Setda, Bapperida, dan BPKAD Kota Pekalongan tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Momentum awal tahun ini dimanfaatkan untuk memperkuat disiplin, etos kerja, serta komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Nur Priyantomo menekankan pentingnya menjadikan tahun 2026 sebagai titik awal peningkatan kinerja dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Ia menilai tantangan pemerintahan ke depan membutuhkan sumber daya aparatur yang adaptif, kolaboratif, dan bertanggung jawab.

Baca Juga:Wali Kota Pekalongan Resmi Lantik Muhammad Affan sebagai Direktur Perumda Tirtayasa 2026–2030Siapkan Generasi Cerdas dan Berkarakter, MTs Salafiyah HIFAL Pekalongan Resmi Buka PPDB 2026/2027

“Memasuki tahun 2026, saya berharap seluruh ASN mampu meningkatkan semangat kerja, dedikasi, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing,” tegasnya.

Selain kepada ASN, Sekda Kota Pekalongan juga memberikan arahan khusus kepada pegawai P3K Paruh Waktu agar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Menurutnya, kepatuhan terhadap tupoksi menjadi kunci agar roda organisasi berjalan efektif dan efisien.

Tidak hanya soal kinerja, Sekda turut mengingatkan seluruh jajaran agar lebih cermat dan teliti dalam perencanaan serta pengelolaan anggaran. Hal ini seiring dengan kondisi anggaran daerah yang saat ini mengalami tren penurunan.

“Mulai sekarang, setiap perhitungan anggaran harus dilakukan secara matang dan teliti. Dengan kondisi anggaran daerah yang menurun, kita dituntut untuk lebih bijak, efisien, dan tepat sasaran dalam menjalankan program maupun kegiatan,” pungkasnya. (dur)

0 Komentar