Buka Peluang Mandiri, Anak Putus Sekolah di Pekalongan Kini Mahir Menjahit hingga Punya Toko Online

Buka Peluang Mandiri, Anak Putus Sekolah di Pekalongan Kini Mahir Menjahit hingga Punya Toko Online
ISTIMEWA PELATIHAN - Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang Tata Busana yang diperuntukkan bagi anak putus sekolah, memberikan pengalaman dan manfaat nyata bagi para peserta.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Harapan baru bagi anak putus sekolah di Kota Pekalongan mulai tumbuh melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang Tata Busana. Program ini terbukti memberikan dampak nyata dalam membekali generasi muda dengan keterampilan teknis dan mentalitas wirausaha yang kuat.

Salah satu cerita inspiratif datang dari Danies Maifa (19), warga Kelurahan Kandang Panjang. Mengawali pelatihan tanpa pengetahuan dasar menjahit sedikit pun, kini ia telah bertransformasi menjadi calon wirausaha muda yang mandiri.

“Ini pertama kali saya ikut pelatihan PKW. Kesan saya sangat seru karena mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih. Awalnya saya benar-benar dari nol, tidak tahu apa-apa dan belum pernah memegang mesin jahit sama sekali,” ungkap Danies saat ditemui di LKP Nisfisano, Senin (5/1/2026).

Baca Juga:Malam Tahun Baru 2026 di Kabupaten Pekalongan Kondusif, Wabup Sukirman Puji Sinergi ForkopimdaKunjungan TWL Pantai Pasir Kencana Pekalongan Tembus 63 Ribu Orang, Event Musik Jadi Magnet Wisatawan

Dari Nol hingga Produksi Busana Mandiri

Dalam pelatihan intensif selama 250 jam, Danies dan peserta lainnya ditempa secara bertahap. Mulai dari pengenalan alat hingga teknik menjahit tingkat lanjut. Berbagai produk fesyen kekinian seperti daster, outer, kebaya kutu baru, hingga celana panjang berhasil mereka produksi secara mandiri.

Danies mengakui bahwa proses belajar tidak selalu mudah, terutama saat memasuki tahap pembuatan pola yang membutuhkan ketelitian tinggi.

“Yang paling sulit itu saat menghitung pola. Kalau ukurannya kebesaran hasilnya tidak bagus, kalau kekecilan juga tidak bagus. Jadi harus benar-benar jeli dan teliti dalam menghitung,” jelasnya.

Digitalisasi Usaha dan Bantuan Modal

Program PKW ini tidak hanya berhenti pada keterampilan tangan. Para peserta juga dibekali dengan pengetahuan strategi pemasaran digital dan legalitas usaha. Berkat pendampingan dari Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Danies kini telah memiliki toko online sendiri dan mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Dengan bantuan dari LKP, saya jadi tahu bagaimana cara membuat toko online sendiri, mengurus NIB sendiri, dan bagaimana menarik customer,” tutur Danies optimis.

Sebagai penunjang kemandirian pasca-pelatihan, setiap peserta juga menerima bantuan modal berupa mesin jahit. Alat ini diharapkan menjadi senjata utama bagi mereka untuk memulai usaha dari rumah dan memutus rantai pengangguran.

0 Komentar