RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – SD Muhammadiyah Paesan semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi pendidikan unggulan di Kabupaten Pekalongan. Hari ini, sekolah tersebut sukses menggelar Crestpac 2026 (Creative Student Teacher and Parent Competition), sebuah festival kreativitas yang mempertemukan talenta siswa, guru, hingga peran aktif orang tua.
Ajang tahunan ini diikuti sedikitnya 300 peserta yang berasal dari 24 Taman Kanak-kanak (TK) di seluruh penjuru Kabupaten Pekalongan. Berbagai cabang lomba bergengsi dipertandingkan, mulai dari marching band, tahfidz, pildacil, menyanyi, hingga lomba mendongeng yang atraktif.
Kepala SD Muhammadiyah Paesan, Laela Mujtahida, M.Pd., mengungkapkan bahwa sistem seleksi tahun ini dilakukan secara modern, di mana beberapa cabang lomba seperti tahfidz melalui tahap kurasi daring sebelum melaju ke babak final.
Baca Juga:Patroli Wisata Nataru di Kendal Sukses Besar, Kapolres Pastikan Pantai Cahaya Aman dari GangguanStasiun Pekalongan Jadi Terfavorit Keempat di Daop 4 Semarang, Penumpang Tembus 5.000 Orang Saat Arus Balik
“Kegiatan ini adalah wadah kreativitas, sportivitas, sekaligus penanaman karakter Islam. Kami bersyukur antusiasme peserta sangat luar biasa sesuai target. Harapannya, SD Muhammadiyah Paesan semakin dikenal luas hingga tingkat provinsi dan nasional,” ujar Laela, Senin (5/1/2026).
Kuota Siswa Baru Segera Ditutup
Seiring dengan kesuksesan Crestpac 2026, minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di institusi ini meningkat tajam. Laela mencatat, untuk tahun ajaran 2026/2027, kuota siswa baru sudah hampir terpenuhi dengan total 80 pendaftar.
Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) direncanakan akan ditutup secara resmi pada Februari mendatang. Pihak sekolah mengimbau orang tua untuk segera menyelesaikan administrasi daftar ulang mengingat keterbatasan kursi.
Apresiasi juga datang dari Perwakilan PDM Kabupaten Pekalongan, Drs. H.M. Mardi Raharjo, yang menjuluki sekolah ini sebagai “Ikon PDM”. Menurutnya, SD Muhammadiyah Paesan berhasil menjalankan fungsi kaderisasi dan pelayanan publik dengan sangat baik.
“Pelayanan guru di sini luar biasa, komunikasi dengan wali murid tidak terbatas jam sekolah. Kepercayaan orang tua yang tinggi adalah buktinya,” puji Mardi Raharjo.
Rencana Ekspansi Gedung Tiga Lantai
Menanggapi tingginya animo masyarakat yang membuat sekolah terpaksa menolak pendaftar karena keterbatasan ruang, Penanggung Jawab Dikdasmen PCM, Mujiyatna, memaparkan rencana ekspansi infrastruktur.
Pihak sekolah memproyeksikan pembangunan gedung baru di sisi barat yang akan ditingkatkan menjadi tiga lantai dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Hal ini dilakukan guna mengakomodasi lebih banyak siswa tanpa menurunkan kualitas pembelajaran.
