RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang mengawali tahun 2026 dengan catatan serius terkait kondisi sarana prasarana. Hasil apel kendaraan yang digelar pada Jumat (2/1/2026) mengungkap fakta memprihatinkan: sekitar 30 persen dari total kendaraan operasional dinas dalam kondisi rusak berat.
Pengecekan ini dilakukan untuk memetakan kesiapan armada dalam mendukung program kerja di sektor pesisir sepanjang tahun ini. Namun, dari total 5 unit mobil dan 44 unit sepeda motor yang diperiksa, hanya 40 persen yang dinyatakan dalam kondisi prima. Sisanya terbagi atas 30 persen rusak ringan dan 30 persen rusak berat.
Plt Kepala DKP Batang, Agung Wisnu Barata, menegaskan bahwa pengecekan ini sangat krusial mengingat tingginya mobilitas petugas lapangan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat nelayan.
Baca Juga:Wujudkan Rutan Bersih, Warga Binaan Rutan Pekalongan Diedukasi Kelola Sampah Jadi Barang BernilaiJadi Rujukan Nasional, PRM Pagersari Kendal Jadi Objek Studi Tiru PDM Gunungkidul Karena Kelola Amal Usaha
“Di awal tahun ini kami cek semua kendaraan operasional, untuk memastikan kesiapan mendukung kegiatan di bulan-bulan berikutnya. Kalau manusia dicek kesehatannya, kendaraan juga harus dicek,” ujar Agung, Senin (5/1/2026).
Faktor Usia dan Medan Pesisir Jadi Pemicu
Kendaraan milik penyuluh perikanan menjadi armada yang paling banyak mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh tingginya intensitas pemakaian serta medan kerja yang menantang. Selain faktor usia kendaraan yang sudah tua, letak geografis wilayah kerja menjadi musuh utama mesin dan bodi kendaraan.
Sekretaris DKP Batang, Hermanto, menambahkan bahwa paparan air laut dan fenomena rob di wilayah pesisir Batang mempercepat kerusakan fisik armada, terutama masalah pengeroposan atau korosi.
“Wilayah kerja kami banyak di pesisir, ada rob, air laut, itu membuat kendaraan cepat keropos. Medan pelosok yang harus dijangkau penyuluh juga mempercepat penurunan kondisi kendaraan,” ungkap Hermanto.
Upaya Perbaikan di Tengah Efisiensi Anggaran
Meskipun kondisi keuangan daerah sedang mengalami efisiensi, DKP Batang berkomitmen untuk tetap mengupayakan perbaikan secara bertahap. Hal ini dilakukan agar pelayanan kepada para nelayan dan pelaku usaha perikanan tidak terganggu.
Agung memberikan apresiasi kepada para pegawai yang tetap berusaha menjaga kebersihan dan performa mesin meski anggaran perawatan sangat terbatas.
“Harapannya yang rusak ringan maupun rusak berat bisa segera kita tangani, supaya operasional di 2026 tetap berjalan. Perawatannya sebenarnya sudah cukup bagus, tapi memang kondisi anggaran sangat terbatas karena efisiensi,” pungkas Agung.
