“Keunggulan PRM Pagersari dibangun melalui penguatan manajemen organisasi, konsistensi dakwah, serta keberanian mengembangkan amal usaha yang relevan dengan konteks lokal. Ranting adalah fondasi utama Persyarikatan,” ungkap Khoirudin.
Kunjungan ini menegaskan bahwa kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada struktur pusat, melainkan pada kemandirian unit terkecilnya di desa-desa. PRM Pagersari membuktikan bahwa meski berada di tingkat ranting, inovasi dan pengelolaan yang modern mampu membawa dampak ekonomi dan sosial yang luas bagi masyarakat. (fur)
