RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Objek wisata Pantai Wonokerto di Kabupaten Pekalongan mengukuhkan posisinya sebagai destinasi primadona di pesisir Pantura Jawa Tengah. Memasuki hari pertama Tahun Baru 2026, ribuan wisatawan memadati kawasan ini hingga mencatatkan lonjakan pengunjung yang sangat drastis.
Berdasarkan data yang dihimpun pengelola hingga siang hari, tercatat lebih dari 11 ribu orang telah memasuki kawasan pantai. Arus kendaraan wisatawan, baik dari wilayah Pekalongan maupun luar kota, terpantau terus mengalir sejak pagi hari, menciptakan pemandangan padat di sepanjang garis pantai.
Direktur BUMDes Mitra Mina Desa Wonokerto Kulon, Krisandi Okto Fredi, menyebutkan bahwa tren positif ini merupakan sinyal kebangkitan ekonomi kreatif di awal tahun.
Baca Juga:Buka Peluang Mandiri, Anak Putus Sekolah di Pekalongan Kini Mahir Menjahit hingga Punya Toko OnlineMalam Tahun Baru 2026 di Kabupaten Pekalongan Kondusif, Wabup Sukirman Puji Sinergi Forkopimda
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak pagi kawasan pantai sudah dipenuhi pengunjung, baik dari Pekalongan maupun luar daerah. Ini menunjukkan Pantai Wonokerto masih menjadi tujuan favorit saat libur panjang,” ujar Krisandi, Senin (5/1/2026).
Fasilitas Lengkap dan Harga Terjangkau
Krisandi menjelaskan, salah satu faktor utama membeludaknya jumlah pelancong adalah perbaikan infrastruktur yang signifikan. Akses jalan menuju pantai yang kini lebih mulus memudahkan kendaraan pribadi maupun bus pariwisata untuk menjangkau lokasi. Selain itu, kebijakan pengelola untuk tidak menaikkan harga tiket masuk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan keluarga.
“Akses jalan sudah lebih baik, fasilitas umum kami siapkan, dan tarif masuk tetap normal agar tetap terjangkau masyarakat,” tambahnya.
Wisatawan yang hadir tidak hanya disuguhi panorama laut, tetapi juga fasilitas penunjang seperti gazebo untuk bersantai, wahana bermain anak, hingga deretan lapak UMKM yang menjajakan kuliner khas pesisir Pekalongan.
Pengamanan Terpadu di Area Wisata
Mengingat tingginya volume massa, aparat gabungan dari TNI, Polri, tim medis, hingga relawan disiagakan di berbagai titik strategis. Fokus utama pengamanan adalah memastikan keselamatan pengunjung, terutama mereka yang beraktivitas di bibir pantai agar terhindar dari kecelakaan laut.
“Kami bersama TNI, Polri, petugas medis, dan relawan siaga penuh untuk mengantisipasi potensi gangguan, terutama keselamatan pengunjung di area pantai,” jelas Kapospam Pantai Wonokerto.
Tingginya angka kunjungan di awal tahun 2026 ini membuktikan bahwa Pantai Wonokerto bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan mesin penggerak ekonomi yang vital bagi masyarakat Desa Wonokerto Kulon. Keberhasilan pengelolaan oleh BUMDes diharapkan dapat terus menjaga keberlanjutan sektor pariwisata di Kabupaten Pekalongan. (Yon)
