RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Kecelakaan maut yang melibatkan truk trailer bermuatan besi dan dua mobil pribadi terjadi di ruas Tol Batang–Semarang KM 354, tepatnya di wilayah Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Minggu (4/1/2026). Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka.
Kecelakaan bermula saat truk trailer bernopol L 8524 UN yang mengangkut besi seberat 55 ton melaju dari arah barat (Jakarta) menuju timur (Semarang). Diduga akibat mengalami malfungsi teknis pada sistem kemudi setelah melewati jalan bergelombang, truk kehilangan kendali dan menyapu kendaraan di sekitarnya.
Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana melalui Kasatlantas Polres Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah mengonfirmasi bahwa timnya langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi yang memakan waktu hingga tujuh jam.
Baca Juga:Produksi Ikan TPI Pekalongan Tembus 1.200 Ton, Pasokan Bahan Baku Pabrik Pengalengan MelimpahJelang Tahun Baru 2026, BNNK Batang Razia Tempat Karaoke, Satu Pengunjung Positif Psikotropika
“Benar, terjadi kecelakaan lalu lintas di Tol Batang–Semarang KM 354 arah Semarang. Petugas masih melakukan evakuasi korban, pengamanan lokasi, serta penyelidikan awal,” ujar AKP Eka, Minggu sore.
Detik-detik Muatan Besi Menimpa Kendaraan
Berdasarkan penyelidikan awal, borem setir truk trailer tersebut terlepas, menyebabkan kendaraan berat itu berbelok mendadak ke lajur kanan. Di saat yang bersamaan, sebuah minibus Toyota Voxy dan sedan Mercedes-Benz tengah melaju di lajur cepat.
Tumpahan besi seberat puluhan ton itu langsung menghantam kedua mobil tersebut. Kondisi Toyota Voxy dilaporkan mengalami kerusakan paling parah hingga ringsek total akibat beban muatan yang jatuh tepat di atas badan kendaraan.
Sopir truk, Jumali, mengakui bahwa kendaraannya menjadi tak terkendali setelah menghantam jalan rusak. “Tadi lewat jalan rusak, borem setir lepas. Kemudi langsung tidak bisa dikendalikan dan menghantam mobil serta pembatas jalan. Muatan besi ikut tumpah dan menimpa dua mobil,” akunya.
Evakuasi Dramatis Selama Tujuh Jam
Proses evakuasi yang dimulai pukul 10.30 WIB baru benar-benar tuntas pada pukul 17.30 WIB. Beratnya material besi dan kondisi kabin mobil yang terjepit menjadi kendala utama bagi petugas gabungan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Pratama Adhyasastra, menyatakan bahwa keselamatan korban yang masih hidup menjadi prioritas di tengah sulitnya mengangkat material besi tersebut.
