RADARPEKALONGAN.ID, PANINGGARAN – Kasus penipuan terencana dengan modus operandi “truk kosong” kini mulai menyasar para penyuplai program strategis pemerintah. Seorang pedagang di Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, menjadi korban setelah mentransfer uang ratusan juta rupiah untuk pengadaan susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ternyata fiktif.
Korban bernama Nanang Sumawan (48) melaporkan kerugian sebesar Rp114 juta kepada Polsek Paninggaran. Insiden ini terjadi saat korban hendak memenuhi stok untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Nanang terjebak dalam skema manipulasi yang melibatkan komunikasi digital dan jasa logistik yang tidak saling mengenal.
“Saya sudah transfer sesuai invoice, tapi setelah itu sopir bilang truknya kosong. Susu sama sekali tidak ada,” ujar Nanang dengan nada kecewa saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga:Tragedi Tol Batang-Semarang, Muatan Besi 55 Ton Tumpah Timpa Voxy dan Mercy, Satu Penumpang TewasProduksi Ikan TPI Pekalongan Tembus 1.200 Ton, Pasokan Bahan Baku Pabrik Pengalengan Melimpah
Kronologi Manipulasi Truk Kosong
Kejadian bermula saat pelaku yang mengaku bernama Naufal menawarkan 2.000 karton susu melalui media sosial Facebook dan WhatsApp dengan harga miring. Untuk meyakinkan korban, pelaku bahkan mengirimkan sebuah truk ke lokasi pengiriman di Dukuh Godang, Desa Paninggaran.
Namun, di sinilah letak jebakannya. Sopir truk tersebut ternyata hanyalah pekerja lepas yang direkrut melalui media sosial oleh pelaku dan tidak mengetahui isi muatannya. Sang sopir diperintahkan untuk menahan pembukaan segel truk hingga korban melunasi pembayaran ke rekening pelaku.
“Sopir menolak buka segel sebelum pembayaran lunas. Setelah uang ditransfer, baru diketahui muatannya kosong,” tambah Nanang.
Modus Terstruktur di Wilayah Pekalongan
Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, dalam konferensi persnya mengonfirmasi bahwa kasus ini merupakan pola penipuan terstruktur yang memanfaatkan platform digital. Pola serupa sebelumnya sempat terjadi di wilayah Kedungwuni.
“Pelaku menjanjikan 2.000 karton susu, namun setelah uang ditransfer, barang tidak ada. Antara pelapor, pelaku, dan sopir tidak saling mengenal, sehingga kuat dugaan adanya rekayasa transaksi untuk memperdaya korban,” jelas AKBP Rachmad.
Polisi mengidentifikasi bahwa pelaku sengaja memanfaatkan kebutuhan mendesak para suplier program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah mengejar target pengadaan. Saat ini, kepolisian tengah melakukan pelacakan terhadap identitas asli pelaku utama dan jaringan yang mungkin terlibat.
