Wujudkan Rutan Bersih, Warga Binaan Rutan Pekalongan Diedukasi Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai

Wujudkan Rutan Bersih, Warga Binaan Rutan Pekalongan Diedukasi Kelola Sampah Jadi Barang Bernilai
ISTIMEWA SOSIALISASI - Karutan Pekalongan Nanang Adi Susanto dan jajarannya menyosialisasikan pengelolaan dan pemilahan sampah ke tahanan dan napi setempat, Sabtu (3/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Ada pemandangan berbeda di Lapangan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan, Sabtu (3/1/2026). Ratusan tahanan dan narapidana tampak antusias mengikuti sosialisasi dan demonstrasi langsung mengenai pengelolaan sampah berkelanjutan sebagai bagian dari program pembinaan karakter.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, bersama jajaran struktural. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk menjaga kebersihan lingkungan, melainkan sebagai upaya membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam arahannya, Karutan Nanang menekankan pentingnya kedisiplinan dalam memilah limbah berdasarkan jenisnya untuk mempermudah proses pengolahan lebih lanjut.

Baca Juga:Jadi Rujukan Nasional, PRM Pagersari Kendal Jadi Objek Studi Tiru PDM Gunungkidul Karena Kelola Amal UsahaCrestpac 2026 Ajang Kreativitas Siswa TK di SD Muhammadiyah Paesan, Kuota Siswa Baru Hampir Penuh!

“Tahanan dan narapidana diharapkan dapat memilah dan membuang sampah sesuai kategorinya, yaitu sampah organik ke tempat sampah berwarna hijau, sampah anorganik ke tempat sampah berwarna kuning, dan sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) ke tempat sampah berwarna merah,” tegas Nanang di hadapan warga binaan.

Ubah Sampah Jadi Cuan Melalui Bank Sampah

Tak hanya sebatas teori, Rutan Pekalongan tengah menyiapkan kolaborasi strategis dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan untuk membentuk Bank Sampah. Dengan adanya wadah ini, sampah yang dihasilkan di dalam rutan akan dikumpulkan, dikelola, hingga dijual oleh para tahanan.

Selain itu, Rutan juga akan memaksimalkan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot dan pembuatan pupuk kompos. Program ini diproyeksikan mampu mendukung ketahanan pangan internal rutan sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Kasubsi Bimbingan Kegiatan, Eko Kurniawan, menyebut inovasi ini adalah investasi bagi masa depan warga binaan setelah menghirup udara bebas nanti.

“Melalui sosialisasi ini, kami tidak hanya menjaga kebersihan rutan, tetapi juga membekali tahanan dengan keterampilan praktis yang bermanfaat untuk kehidupan mereka setelah bebas nanti,” ujar Eko.

Sarana Reintegrasi Sosial

Program lingkungan ini diharapkan mampu mengubah perilaku warga binaan menjadi lebih peduli terhadap ekosistem. Rutan Pekalongan berkomitmen menjadikan tata kelola sampah ini sebagai instrumen pembinaan yang nyata menuju proses reintegrasi sosial yang lebih baik.

0 Komentar