RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Mengawali tahun anggaran 2026, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan memberikan teguran keras sekaligus arahan strategis bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang. Dalam apel awal tahun yang digelar Senin (5/1/2026), Faiz menekankan bahwa loyalitas dan pengabdian harus dibuktikan dengan hasil kerja yang nyata bagi masyarakat.
Momen apel ini juga diwarnai dengan penyerahan SK kenaikan pangkat bagi sejumlah ASN. Namun, Bupati mengingatkan bahwa jabatan dan pangkat yang lebih tinggi membawa tanggung jawab moral yang lebih besar dalam melayani publik.
“Kenaikan pangkat harus dibarengi peningkatan kinerja, semangat, dan motivasi, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati Faiz saat memimpin apel di halaman Kantor Bupati Batang.
Baca Juga:Pecah! 355 Santri Ikuti Ujian Akhir TPQ FUSPAQ NU Kendal, Jadi Tolok Ukur Kualitas Baca Al-Qur’anBukan Hal Tabu, Pendidikan Seks Jadi Kunci Lindungi Anak di Pekalongan dari Risiko Kekerasan Seksual
Sentil OPD dengan Serapan Rendah
Bupati Faiz menyoroti ketimpangan performa antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia memuji Diskominfo yang mencatatkan serapan anggaran hingga 97 persen, namun di sisi lain memberikan rapor merah kepada Kecamatan Reban yang serapannya hanya mencapai 68,27 persen.
Faiz memperingatkan bahwa pola kerja yang menumpuk di akhir tahun (Oktober–Desember) harus segera ditinggalkan. Menurutnya, serapan yang tergesa-gesa di akhir tahun cenderung melahirkan program yang bersifat formalitas belaka tanpa kualitas yang substansial.
“Tahun ini tidak boleh terulang. Serapan rendah akan ada punishment. Ini soal perencanaan yang tidak matang atau eksekusi yang tidak optimal,” ujarnya dengan nada tegas.
APBD Ibarat Uang Belanja Keluarga
Menghadapi tantangan fiskal akibat pemotongan dana transfer pusat, Bupati meminta seluruh ASN untuk mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan daerah. Ia meminta setiap rupiah dalam APBD diperlakukan dengan penuh kehati-hatian, layaknya mengelola uang belanja rumah tangga.
Ia memberikan perumpamaan tentang penggunaan uang sebesar Rp 1 juta; ada yang habis tanpa bekas, namun ada pula yang mampu diolah menjadi investasi bernilai tinggi.
“Semua orang bisa menyerap anggaran. Tapi yang membedakan, apakah anggaran itu memberi nilai tambah bagi masyarakat atau tidak,” tambah Faiz.
Salah satu contoh program berdampak yang ia dorong adalah bimbingan belajar bagi siswa SMA kurang mampu agar bisa menembus perguruan tinggi negeri. Baginya, investasi sumber daya manusia seperti inilah yang memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan Batang.
