RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Ratusan santri memadati gedung TPQ Nurul Falah, Kelurahan Sijeruk, pada Ahad (4/1/2026). Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk mengikuti perhelatan akbar tahunan: Ujian Akhir TPQ yang diselenggarakan oleh Badan Khusus (BK) Forum Ukhuwah Silaturahim Pendidikan Al-Qur’an Nahdlatul Ulama (FUSPAQ NU) Kecamatan Kendal.
Tercatat, sebanyak 355 santri yang berasal dari 26 lembaga TPQ se-Kecamatan Kendal turut ambil bagian dalam ujian ke-11 ini. Agenda rutin ini digelar sebagai upaya standarisasi mutu pendidikan Al-Qur’an, agar setiap lulusan memiliki kualitas yang terukur baik secara akademik maupun praktik keagamaan.
Ketua BK FUSPAQ NU Kecamatan Kendal, Kiai Pasiran, menegaskan bahwa ujian ini memiliki fungsi krusial untuk mengevaluasi pemahaman santri secara menyeluruh, tidak hanya sekadar bisa membaca aksara hijaiyah.
Baca Juga:Bukan Hal Tabu, Pendidikan Seks Jadi Kunci Lindungi Anak di Pekalongan dari Risiko Kekerasan SeksualCapaian Luar Biasa! Realisasi Pajak Daerah Kendal 2025 Tembus Rp 379 Miliar, PBB Lampaui Target
“Ujian ini merupakan ikhtiar bersama untuk mencetak santri TPQ yang tidak hanya lancar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mempraktikkan ibadah sesuai tuntunan,” tegas Kiai Pasiran di sela-sela kegiatan.
Uji Praktik Wudhu hingga Salat Witir Pakai Qunut
Materi yang diujikan dalam kompetisi intelektual dan spiritual ini terbilang komprehensif. Selain ujian tertulis, para santri harus melewati meja penguji untuk praktik ibadah harian.
Mulai dari ketepatan membaca Al-Qur’an secara tartil, tata cara wudhu yang sempurna, hingga praktik salat witir satu rakaat yang dilengkapi dengan bacaan doa qunut. Penilaian yang ketat ini dilakukan agar para orang tua merasa tenang bahwa putra-putri mereka telah mendapatkan pendidikan agama yang mumpuni.
Dorong Kemajuan Pendidikan Al-Qur’an di Kendal
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kendal, H. Mokh. Anshori. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada BK FUSPAQ NU yang terus konsisten mengawal kualitas pendidikan Al-Qur’an di tingkat akar rumput.
“Dengan status sebagai badan khusus, FUSPAQ NU diharapkan mampu mendorong pengembangan dan kemajuan TPQ di Kecamatan Kendal agar semakin berkualitas dan berdaya saing,” tutur Anshori.
Ia juga menambahkan bahwa antusiasme santri yang membeludak tahun ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an masih menjadi prioritas utama bagi warga di Kecamatan Kendal. Melalui standarisasi ini, diharapkan lulusan TPQ NU mampu menjawab tantangan zaman dengan pondasi akhlak dan ilmu agama yang kokoh. (fur)
