Pemkot Pekalongan Buka Kolaborasi Investor Global untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Pemkot Pekalongan Buka Kolaborasi Investor Global
KOLABORASI - Pemkot Pekalongan terus berupaya mencari solusi komprehensif dan berkelanjutan dalam menangani persoalan sampah.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus berupaya mencari solusi komprehensif dan berkelanjutan dalam menangani persoalan sampah. Salah satu strategi yang ditempuh adalah membuka ruang kolaborasi dan sinergi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, baik pemerintah provinsi maupun sektor swasta, termasuk investor dari dalam dan luar negeri.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Aaf, menegaskan bahwa permasalahan sampah merupakan tantangan kompleks yang tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah saja. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar pengelolaan sampah di Kota Pekalongan dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Jadi harus kombinasi dengan provinsi, termasuk kerja sama dengan investor. Beberapa investor sudah presentasi ke kita, bahkan dari luar negeri seperti China, Malaysia, dan Singapura. Itu akan kita maksimalkan,” ungkap Wali Kota Aaf.

Baca Juga:Dilantik Jadi Direktur Perumda Tirtayasa, Muhammad Affan Fokus Perbaikan Layanan dan Tambah Air BakuDilantik Jadi Direktur Perumda Tirtayasa, Muhammad Affan Fokus Perbaikan Layanan dan Tambah Air Baku

Menurutnya, ketertarikan investor terhadap pengelolaan sampah di Kota Pekalongan menunjukkan bahwa isu lingkungan kini telah menjadi perhatian global, sekaligus memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Pemkot Pekalongan pun terbuka terhadap berbagai gagasan dan tawaran, khususnya yang berorientasi pada pengurangan sampah, pengolahan berbasis teknologi, serta pemanfaatan sampah menjadi sumber daya bernilai.

“Kami menyambut baik semua ide yang masuk, terutama yang fokus pada pengolahan modern dan berkelanjutan,” terangnya.

Meski demikian, Aaf menegaskan bahwa Pemkot Pekalongan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, terutama dalam menjalin kerja sama dengan investor asing. Pasalnya, proses kerja sama internasional memerlukan waktu panjang dan harus melalui berbagai tahapan, mulai dari kajian teknis, regulasi, hingga kesesuaian dengan kebutuhan daerah.

“Proses tetap kita jalankan, tapi jangan sampai bergantung pada investor luar negeri yang tahapannya masih lama. Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk persoalan sampah ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aaf mengungkapkan bahwa capaian pengelolaan sampah di Kota Pekalongan saat ini berada di kisaran 50 hingga 60 persen. Capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah, seperti optimalisasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS), penguatan peran TPS-3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta program pengurangan sampah dari sumbernya.

0 Komentar