RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam menangani persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan serius di wilayah perkotaan. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, usai melantik Direktur Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan di Ruang Buketan Setda Kota Pekalongan, Senin siang (5/1/2026).
Wali Kota Aaf mengungkapkan bahwa capaian pengelolaan sampah di Kota Pekalongan saat ini telah mencapai sekitar 60 persen. Angka tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya dan program yang telah dijalankan secara maksimal oleh pemerintah daerah.
“Kalau soal pengelolaan sampah di Kota Pekalongan sekarang sudah sekitar 60 persen. Itu sudah kita maksimalkan. Namun, capaian ini belum termasuk beberapa TPS-3R yang sudah kita bangun dan baru diresmikan, bahkan ada yang belum operasional,” ujar Aaf.
Baca Juga:Pemkot Pekalongan Buka Kolaborasi Investor Global untuk Pengelolaan Sampah BerkelanjutanDilantik Jadi Direktur Perumda Tirtayasa, Muhammad Affan Fokus Perbaikan Layanan dan Tambah Air Baku
Ia menjelaskan, apabila seluruh Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) yang telah dibangun dapat beroperasi secara optimal, maka tingkat pengelolaan sampah diyakini akan meningkat signifikan.
“Mudah-mudahan nanti bisa lebih maksimal lagi. Target kita pengelolaan sampah bisa mencapai 70 sampai 80 persen. Itu sudah sangat bagus,” tegasnya.
Menurut Aaf, capaian tersebut dinilai realistis dan cukup ideal untuk ukuran kota dengan kepadatan penduduk serta aktivitas ekonomi yang tinggi seperti Kota Pekalongan.
Meski demikian, Aaf tidak menampik adanya sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan anggaran. Berkurangnya alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) turut berdampak pada kemampuan daerah dalam mengoptimalkan pembiayaan sektor lingkungan hidup, termasuk pengelolaan persampahan.
“Harapannya ada dukungan program dari Pemerintah Pusat untuk pengelolaan sampah. Karena kita tahu DAU kita sangat berkurang, otomatis anggaran untuk pengelolaan sampah juga tidak bisa maksimal,” tandasnya.
Pemkot Pekalongan tetap berupaya mengoptimalkan sumber daya yang ada serta mendorong dukungan lintas sektor agar pengelolaan sampah dapat terus ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan. (dur)
