RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY memastikan proyek betonisasi Jalan Pantura ruas Batang–Pekalongan mulai dikerjakan pada awal tahun 2026. Proyek strategis ini menelan anggaran sebesar Rp 251 miliar untuk memperkuat infrastruktur jalan nasional sepanjang 17 kilometer.
Rekonstruksi jalan ini akan mengubah lapisan aspal menjadi beton (rigid pavement). Langkah ini diambil untuk mengatasi kerusakan berulang akibat beban kendaraan berat yang kerap melintasi jalur utama tersebut. Dari total target, sepanjang 14 kilometer berada di wilayah Kabupaten Batang hingga perbatasan Kendal, sementara 3 kilometer lainnya berada di Kota Pekalongan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BBPJN Jateng–DIY, Ridwan Umbara, mengungkapkan bahwa kontrak kerja telah ditandatangani sejak pertengahan Desember 2025.
Baca Juga:Libur Tahun Baru 2026, Pantai Wonokerto Pekalongan Diserbu 11 Ribu Wisatawan dalam SehariBuka Peluang Mandiri, Anak Putus Sekolah di Pekalongan Kini Mahir Menjahit hingga Punya Toko Online
“Kontrak sudah diteken pertengahan Desember lalu. Nilai paket preservasi ini sekitar Rp 251 miliar. Saat ini kami sudah mulai survei dan pengukuran teknis di lapangan,” ujar Ridwan saat memberikan keterangan di Banyuputih, Senin (5/1/2026).
Prioritas Jalur Mudik Lebaran 2026
Mengingat momen Idul Fitri yang semakin dekat, BBPJN Jateng–DIY menargetkan sebagian ruas jalan sudah bisa dilalui dengan nyaman oleh pemudik pada April mendatang. Salah satu titik prioritas yang mulai dikerjakan adalah Jalan Jenderal Sudirman di pusat Kota Batang.
Pengerjaan fisik dijadwalkan mulai berjalan pada minggu ketiga Januari 2026. Fokus utama saat ini adalah penanganan lajur arah Semarang guna mendukung kelancaran arus mudik.
“Untuk tahap awal, Jalan Sudirman akan kami tangani sebagian sepanjang kurang lebih 700 meter. Arah Semarang kami prioritaskan karena menjadi jalur utama mudik Lebaran,” jelas Ridwan.
Proyek Multiyears hingga 2027
Meski ditargetkan fungsional sebagian saat Lebaran, proyek betonisasi ini dirancang sebagai proyek tahun jamak (multiyears) dengan masa pengerjaan hingga Juli 2027. Penggunaan material beton diharapkan meningkatkan usia layanan jalan secara signifikan dibandingkan aspal biasa.
Selain jalan di pusat kota Batang, terdapat tiga hingga empat titik strategis di ruas Batang–Kendal yang juga masuk dalam daftar prioritas betonisasi tahap awal.
“Konstruksi beton ini akan membuat jalan lebih tahan terhadap beban kendaraan berat. Kami mematangkan koordinasi lintas sektor agar pekerjaan fisik bisa dimulai akhir Januari,” tambah Ridwan.
