Akses Dukuh Bumen Putus, Bupati Kendal Usulkan Dana BTT untuk Tangani Longsor di Desa Cening

Akses Dukuh Bumen Putus, Bupati Kendal Usulkan Dana BTT untuk Tangani Longsor di Desa Cening
ABDUL GHOFUR TINJAU LOKASI - Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama jajaran OPD meninjau lokasi longsor jalan di Dukuh Bumen, Desa Cening, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Senin (5/1/2026), guna memastikan penanganan darurat dan rencana perbaikan infrastruktur terdampak bencana.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, bergerak cepat meninjau lokasi bencana jalan amblas di Dukuh Bumen, Desa Cening, Kecamatan Singorojo, Senin (5/1/2026). Langkah ini diambil setelah akses utama penghubung antarwilayah tersebut terputus total akibat tergerus longsor.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mbak Tika ini didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta pihak kecamatan. Kondisi jalan yang baru dibangun setahun lalu itu nampak amblas cukup dalam, sehingga membahayakan warga yang nekat melintas.

Salah seorang warga Dukuh Bumen, Giyadi, menceritakan detik-detik mencekam saat tanah di bawah jalan mulai bergeser. Peristiwa itu terjadi di tengah guyuran hujan deras yang melanda wilayah perbatasan Temanggung tersebut.

Baca Juga:Naik 17 Persen! 49 Ribu Penumpang Berangkat dari Stasiun Pekalongan Selama Libur Nataru 2025/2026Jalan Poros Desa Cening Kendal Longsor 100 Meter, Bupati Mbak Tika Pastikan Penanganan Prioritas

“Kejadian longsor terjadi malam hari, saat hujan sangat deras. Jalan ini satu-satunya akses warga Dukuh Bumen dan baru dibangun sekitar satu tahun lalu. Panjang jalan yang terdampak longsor kurang lebih 50 meter,” tutur Giyadi.

Gunakan Skema Dana BTT dan Tanggap Darurat

Melihat urgensi jalan tersebut bagi mobilitas warga, Bupati Dyah Kartika memastikan pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera memproses status tanggap darurat bencana.

Untuk mempercepat perbaikan, Bupati mengusulkan penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Hal ini dilakukan agar pengerjaan fisik tidak perlu menunggu siklus anggaran reguler, mengingat perannya sebagai jalur ekonomi.

“Terkait bencana longsor jalan dusun ini, kami sudah melakukan survei lapangan dan menindaklanjuti surat dari Pemerintah Desa. Selanjutnya BPBD akan memproses pengajuan SK Tanggap Darurat Bencana. Kami berharap penanganan bisa segera diproses menggunakan Dana BTT,” tegas Dyah Kartika Permanasari.

Fokus Pembangunan Senderan dan Penguatan Tebing

Bupati menekankan bahwa perbaikan kali ini tidak boleh sekadar menambal aspal. Konstruksi harus mencakup pembangunan senderan atau dinding penahan tebing yang kokoh agar tanah tidak kembali merosot saat musim hujan tiba.

Apalagi, di sekitar lokasi longsor terdapat pemukiman warga yang terancam terkena dampak susulan jika tanah terus bergerak. Bupati menjamin meski jalan tersebut berstatus baru, penanganan akibat bencana alam tetap bisa dilakukan kembali oleh pemerintah sesuai regulasi.

0 Komentar