Atasi Masalah Lingkungan, Investor Singapura hingga China Lirik Kelola Sampah di Kota Pekalongan

Atasi Masalah Lingkungan, Investor Singapura hingga China Lirik Kelola Sampah di Kota Pekalongan
ISTIMEWA MINAT KERJA SAMA – Investor dari luar negeri menyampaikan minat kerja sama pengelolaan sampah dengan Pemkot Pekalongan.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Persoalan sampah di Kota Pekalongan kini mulai menarik perhatian global. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan secara terbuka membuka peluang kerja sama dengan investor mancanegara guna mentransformasi sistem pengelolaan sampah menjadi lebih modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid, mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan dari luar negeri telah menyatakan ketertarikan mereka untuk menanamkan modal di sektor lingkungan hidup Kota Batik. Hal ini menandakan bahwa sampah bukan lagi sekadar beban, melainkan potensi sumber daya jika dikelola dengan teknologi tepat guna.

“Beberapa investor sudah mempresentasikan rencananya kepada kami, termasuk dari China, Malaysia, dan Singapura. Kami akan maksimalkan peluang ini,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Aaf tersebut, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga:Wali Kota Aaf Targetkan Pengelolaan Sampah Pekalongan Tembus 80 Persen, Andalkan TPS-3R BaruBangkit dari Mangkrak, UMKM Center Pekalongan Kini Jadi Sentra Kuliner Jadul yang Ramai Pengunjung

Teknologi Luar Negeri dan Kemandirian Daerah

Ketertarikan investor dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, hingga kekuatan teknologi China, difokuskan pada konsep pengurangan sampah serta pengolahan berbasis teknologi mutakhir. Meski menyambut baik minat internasional, Wali Kota Aaf mengingatkan agar daerah tidak pasif menunggu proses birokrasi yang panjang.

Ia menegaskan bahwa kajian teknis dan regulasi terkait investasi asing memerlukan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, penguatan internal melalui fasilitas yang sudah ada tetap menjadi prioritas utama.

“Proses tetap kita jalankan, tapi jangan sampai bergantung sepenuhnya pada investor luar negeri yang prosedurnya masih panjang. Mudah-mudahan ada jalan keluar terbaik untuk persoalan sampah ini,” jelas Aaf.

Target Pengelolaan Sampah Tembus 80 Persen

Saat ini, capaian pengelolaan sampah di Kota Pekalongan baru menyentuh angka 50 hingga 60 persen. Pemkot Pekalongan menargetkan angka ini melonjak signifikan seiring dengan optimalisasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan penguatan peran TPS Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R).

“Kalau TPS-3R semua sudah berjalan, target kami bisa tembus 80 persen. Sementara 100 persen itu berat karena menyangkut kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Wali Kota menekankan bahwa infrastruktur secanggih apa pun tidak akan efektif tanpa adanya perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk memilah sampah dari rumah tangga dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.

0 Komentar