RADARPEKALONGAN.ID, KAJEN – Setelah sempat terbengkalai, UMKM Center Kabupaten Pekalongan kini bertransformasi menjadi magnet wisata baru. Mengusung konsep sentra kuliner nostalgia, kawasan ini kembali berdenyut dan menjadi pusat perhatian masyarakat setiap akhir pekan.
Setiap hari Jumat dan Minggu, pengunjung disuguhi aneka makanan serta jajanan khas tempo dulu. Kehadiran sentra kuliner ini terbukti ampuh menghidupkan kembali aset daerah yang sebelumnya minim aktivitas, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Salah seorang pelaku UMKM, Riana, mengungkapkan rasa syukurnya atas perubahan drastis kondisi UMKM Center. Ia menyebut dukungan dari pemerintah daerah sangat terasa dalam memfasilitasi tempat usaha yang layak.
Baca Juga:Dahsyat! Meski Dana Pusat Dipangkas Rp194 Miliar, Anggaran UHC Kota Pekalongan Justru Naik di 2026Update Laka Tol Batang–Semarang: Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Hasil Ramp Check Truk Jadi Kunci
“Dulu sempat terbengkalai, sekarang setiap pekan dibuka dua kali untuk kuliner khas zaman dulu. Alhamdulillah kami difasilitasi oleh dinas terkait,” ujar Riana saat ditemui di lokasi, Rabu (7/1/2026).
Fasilitas Lapak Gratis bagi Puluhan Pedagang
Daya tarik UMKM Center saat ini tidak hanya pada kulinernya, tetapi juga skema pemberdayaannya. Puluhan pelaku UMKM diperbolehkan berjualan tanpa dipungut biaya sewa lapak. Kebijakan ini dianggap sangat membantu pedagang kecil dalam mengembangkan usahanya di tengah pemulihan ekonomi.
Anisa, pedagang jajanan pasar, menuturkan bahwa jumlah pengunjung terus menunjukkan tren kenaikan sejak dikonsep ulang sekitar satu bulan lalu. Menurutnya, kenyamanan tempat dan estetika penyajian yang klasik menjadi alasan utama masyarakat datang berkunjung.
“Bangkitnya kembali UMKM Center kemungkinan karena tempatnya nyaman. Kemudian konsep menggunakan tempo dulu sehingga dari tampilan stan sampai penyajian membuat pembeli tertarik,” ungkap Anisa.
Menuju Ikon Wisata Kuliner Tradisional
UMKM Center kini tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga pengalaman ruang. Suasana klasik yang dihadirkan melalui dekorasi stan dan sajian minuman tradisional serta masakan rumahan sukses menciptakan nuansa nostalgia bagi para pelancong.
Melihat antusiasme yang tinggi, para pelaku UMKM berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus melakukan optimalisasi berkelanjutan. Tujuannya agar kawasan ini tidak hanya menjadi tempat berjualan sesaat, tetapi berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif dan ikon wisata kuliner tradisional di Kabupaten Pekalongan.
