RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Langkah nyata untuk menjaga kelestarian alam dan meminimalisir risiko bencana alam di Kabupaten Pekalongan terus digencarkan. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Grib Jaya bekerja sama dengan LSM Sodo Lanang Nuswantoro mematok target ambisius: menanam 100 ribu pohon aren di seluruh penjuru wilayah tersebut hingga tahun 2026 mendatang.
Program penghijauan masif ini diprioritaskan untuk wilayah perbukitan dan daerah yang masuk dalam zona rawan longsor. Pohon aren dipilih sebagai “benteng alam” utama karena karakteristik akarnya yang kuat dan mampu mengikat tanah dengan sangat baik.
Ketua Grib Jaya Kabupaten Pekalongan, Ady Boy, mengungkapkan bahwa rencana besar ini dilakukan secara bertahap. Saat ini, pihaknya tengah fokus memastikan pasokan bibit berkualitas melalui proses penyemaian yang intensif.
Baca Juga:Bangkit dari Mangkrak, UMKM Center Pekalongan Kini Jadi Sentra Kuliner Jadul yang Ramai PengunjungDahsyat! Meski Dana Pusat Dipangkas Rp194 Miliar, Anggaran UHC Kota Pekalongan Justru Naik di 2026
“Target kami pada tahun 2026 adalah menanam 100 ribu pohon aren se-Kabupaten Pekalongan. Saat ini kami masih fokus pada penyemaian bibit agar kualitas tanaman tetap terjaga,” ujar Ady Boy kepada media, Rabu (7/1/2026).
Sasar Wilayah Perbukitan dan Hutan Sosial
Lokasi penanaman akan difokuskan pada Kawasan Pengelolaan Hutan Sosial (KPS) milik Perhutani. Beberapa kecamatan yang menjadi titik utama gerakan ini meliputi kawasan dataran tinggi seperti Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang, hingga wilayah Kesesi.
Selain fungsi ekologis untuk mencegah erosi, Ady Boy menekankan bahwa pohon aren memiliki nilai ekonomis yang tinggi bagi warga lokal. Hasil turunannya, mulai dari nira hingga buah kolang-kaling, diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat di sekitar hutan.
Jaga Pesisir dengan Mangrove
Aksi kepedulian lingkungan Grib Jaya ternyata tidak hanya menyentuh wilayah pegunungan. Ormas ini juga aktif bergerak di wilayah utara untuk menyelamatkan garis pantai dari ancaman abrasi.
Keterlibatan mereka dalam penanaman pohon mangrove di pesisir Kabupaten Pekalongan menjadi bukti komitmen pelestarian ekosistem laut. Gerakan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat guna menciptakan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga sabuk hijau pantai.
Melalui sinergi penanaman pohon aren di hulu dan mangrove di hilir, Grib Jaya berharap Kabupaten Pekalongan dapat lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim serta memberikan warisan alam yang lebih baik bagi generasi mendatang. (Yon)
