Bahkan jika tekanan berlanjut sepanjang pekan, emas dunia berpotensi turun ke level 4.196 dolar AS per troy ounce. Kondisi ini dapat menekan harga logam mulia ke kisaran Rp 2.400.000 per gram.
Hal ini menunjukkan bahwa prediksi harga emas pekan depan tetap bersifat fluktuatif dan dipengaruhi dinamika global yang sangat cepat berubah.
Dua faktor utama yang membuat harga emas fluktuatif
Menurut Ibrahim, ada dua faktor utama yang membuat pergerakan harga emas dunia dan logam mulia sangat dinamis.
Faktor-faktor tersebut meliputi:
Baca Juga:Harga Buyback Emas Hari Ini Tanggal 7 Januari 2025 Naik Tajam untuk Galeri24 dan UBS. Waktu Tepat Jual?Harga Emas Perhiasan Hari Ini Tanggal 7 Januari 2025 Stabil di Rajaemas dan Lakuemas! Ini Rinciannya!
- Kondisi politik Amerika Serikat
- Eskalasi geopolitik global di berbagai kawasan
Ketegangan geopolitik yang meningkat membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko dan memilih emas sebagai pelindung nilai.
Selain itu, pelemahan mata uang di sejumlah negara juga memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai.
Dampak pelemahan rupiah terhadap harga emas
Ketika ketegangan global meningkat, nilai tukar rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS. Kondisi ini ikut memperkuat kenaikan harga emas di dalam negeri.
Jika rupiah melemah bersamaan dengan kenaikan harga emas dunia, maka harga logam mulia per gram akan terdorong naik lebih tinggi. Inilah yang membuat prediksi harga emas pekan depan cenderung mengarah ke tren positif.
Secara keseluruhan, prediksi harga emas pekan depan menunjukkan peluang kenaikan hingga menembus Rp 2,6 juta per gram.
Ketegangan geopolitik global, konflik internasional, serta ketidakpastian politik menjadi faktor utama pendorong harga emas.
Meski potensi koreksi tetap ada, emas masih dipandang sebagai aset aman yang menarik untuk dicermati dalam waktu dekat.
