RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kabar bahagia datang dari para petani di Desa Cening, Kecamatan Singorojo. Penantian panjang mereka akan akses jalan yang aman akhirnya terwujud. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, meresmikan langsung jembatan penghubung lahan pertanian yang menjadi urat nadi ekonomi warga pada Senin (5/1/2026).
Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan solusi keselamatan bagi warga. Sebelum adanya jembatan ini, para petani terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai secara langsung untuk menuju area garapan. Risiko terseret arus deras menjadi ancaman nyata, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat drastis.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah prioritas untuk menjamin rasa aman bagi masyarakat kecil.
Baca Juga:Dahsyat! Meski Dana Pusat Dipangkas Rp194 Miliar, Anggaran UHC Kota Pekalongan Justru Naik di 2026Update Laka Tol Batang–Semarang: Polisi Belum Tetapkan Tersangka, Hasil Ramp Check Truk Jadi Kunci
“Jembatan ini dibangun tidak hanya untuk mendukung aktivitas pertanian, tetapi juga sebagai langkah mitigasi agar tidak lagi terjadi musibah akibat warga menyeberangi sungai secara langsung,” ujar Bupati yang akrab disapa Mbak Tika tersebut.
Hubungkan 100 Hektare Lahan Produktif
Keberadaan jembatan baru ini memberikan dampak luas bagi sektor pangan di wilayah Singorojo. Infrastruktur ini diketahui menjadi akses utama menuju sekitar 100 hektare lahan pertanian produktif milik warga Desa Cening dan sekitarnya.
Bupati berharap, dengan hilangnya hambatan geografis, produktivitas pertanian warga dapat meningkat secara signifikan karena distribusi hasil panen kini jauh lebih mudah dan cepat.
“Dengan akses yang lebih mudah dan aman, kami berharap kegiatan pertanian bisa berjalan lebih lancar dan hasilnya semakin meningkat. Jembatan ini adalah fasilitas umum, mari kita jaga bersama dan jangan dijadikan tempat pembuangan sampah,” tegasnya.
Warga Tak Lagi Khawatir Arus Deras
Kepala Desa Cening, Budi Raharjo, menyambut haru peresmian jembatan ini. Ia menceritakan betapa sulitnya kehidupan petani sebelum jembatan ini berdiri tegak. Menurutnya, jembatan ini adalah impian warga yang sudah lama dinantikan.
“Selama ini warga harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai yang arusnya cukup deras. Dengan adanya jembatan ini, risiko kecelakaan bisa diminimalkan,” ungkap Budi Raharjo dengan nada lega.
