Update Harga Pangan di Batang Pasca-Nataru: Cabai Rawit Turun, Harga Daging Sapi Justru Naik Tipis

Update Harga Pangan di Batang Pasca-Nataru: Cabai Rawit Turun, Harga Daging Sapi Justru Naik Tipis
M. DHIA THUFAIL LAYANI PEMBELI - Yati, pedagang ayam potong di Pasar Batang saat melayani pembeli.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Tekanan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Batang mulai mengendur seiring berakhirnya euforia libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Sejumlah komoditas bumbu dapur dan protein hewani yang sempat melonjak kini berangsur normal, meski beberapa komoditas lainnya justru menunjukkan tren kenaikan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Batang pada Selasa, 6 Januari 2026, penurunan harga paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Komoditas yang sempat bertengger di angka Rp50 ribu per kilogram tersebut kini menyusut menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Laila, salah seorang pedagang sayuran, menyebutkan bahwa normalisasi harga ini dipicu oleh mulai melandainya permintaan pasar setelah puncak musim hajatan dan perayaan pergantian tahun usai.

Baca Juga:Jalan Poros Desa Cening Kendal Longsor 100 Meter, Bupati Mbak Tika Pastikan Penanganan PrioritasBupati Faiz Sentil Kinerja ASN Batang: Serapan Anggaran Rendah Kena Punishment, APBD Harus Berdampak!

“Kalau kemarin menjelang Natal dan tahun baru, harganya naik semua. Sekarang sudah mulai normal lagi, termasuk hampir semua jenis sayuran,” ujar Laila saat ditemui di lapaknya.

Namun, tren penurunan tidak terjadi merata. Cabai rawit hijau justru mengalami anomali dengan lonjakan harga dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Harga Ayam Melandai, Daging Sapi Merangkak

Sektor protein hewani juga menunjukkan dinamika serupa. Harga ayam potong tercatat turun sekitar Rp2 ribu, dari semula Rp42 ribu kini menjadi Rp40 ribu per kilogram. Pedagang ayam, Yati, memperkirakan harga akan tetap fluktuatif hingga menjelang Ramadan nanti.

“Harga ayam sekarang turun sekitar Rp2 ribu. Biasanya kalau sudah mendekati Lebaran, permintaan naik dan harga ikut terdongkrak lagi,” kata Yati.

Berseberangan dengan harga ayam, daging sapi justru mengalami kenaikan di awal tahun 2026. Harga per kilogramnya naik dari Rp120 ribu menjadi Rp125 ribu. Lilis, seorang pedagang daging, mengonfirmasi bahwa kenaikan ini bersumber dari tingginya harga sapi hidup di tingkat peternak.

Imbasnya, omzet pedagang daging sapi turun drastis hingga 50 persen. Saat puncak Nataru, Lilis mampu menjual hingga dua kuintal daging, namun kini ia hanya mampu melepas sekitar satu kuintal per hari.

“Kenaikan ini karena harga sapi hidupnya memang sudah mahal. Kalau Ramadan mungkin masih stabil, tapi menjelang Lebaran bisa tembus Rp150 ribu sampai Rp160 ribu per kilogram,” pungkas Lilis.

0 Komentar