Gotong Royong Aparat dan Warga Percepat Penanganan Banjir Pabean Pekalongan

Aparat dan Warga Percepat Penanganan Banjir Pabean Pekalongan
GOTONG ROYONG - Warga dan aparat melakukan semangat gotong royong memperbaiki tanggul di Pabean.
0 Komentar

“Saat ini kami masih menunggu perlengkapan penutupan darurat seperti sandbag, sesek, dan terpal. Jika material sudah tersedia, kami akan bergerak bersama-sama mempercepat penanganan,” kata Letkol Garry.

Ia menambahkan, fokus utama saat ini adalah menutup kebocoran tanggul secepat mungkin agar aliran air tidak terus masuk ke permukiman warga. Hingga kini belum ada permintaan evakuasi resmi, karena sebagian besar warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah saudara atau lokasi yang dinilai lebih aman.

Kesaksian warga menggambarkan cepatnya banjir masuk ke kawasan permukiman. Fachruddin, warga RT 03 RW 12 Pabean sekaligus pengasuh Majelis Ta’lim Darul Khairot, menuturkan bahwa banjir datang menyerupai banjir bandang.

Baca Juga:Mampir Yuk! Rest Area Rosin Pemalang KM 319 B Hadirkan Batik Pekalongan Murah BerkualitasPesona Sarung Batik Pekalongan, Simbol Akulturasi Budaya dan Karya Tekstil Mendunia

“Hitungannya bukan menit, tapi detik. Tadi malam air di dalam rumah hampir satu meter,” ungkapnya.

Bahkan, pintu belakang rumahnya dilaporkan jebol akibat kuatnya terjangan air. Hal serupa disampaikan Roni (50), warga Pabean, yang menyebut banjir kali ini tergolong paling parah dan membuat warga sempat panik.

“Air naik sangat cepat, warga kaget dan panik. Aktivitas lumpuh, termasuk anak-anak sekolah yang tidak bisa masuk,” ujarnya.

Ketinggian genangan air di rumah warga bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter, bahkan lebih tinggi pada rumah dengan elevasi lantai rendah. Setelah tanggul darurat selesai dipasang, pemerintah berencana melakukan pemompaan untuk mempercepat surutnya genangan.

Dinas Sosial dan BPBD setempat juga telah menyiapkan dukungan logistik bagi warga terdampak. Rencana pendirian dapur umum tengah disiapkan dan akan dikelola bersama unsur TNI serta relawan. Bantuan makanan, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya disiagakan selama masa tanggap darurat.

Hingga siang hari, petugas gabungan bersama masyarakat masih terus bekerja di lapangan dengan semangat gotong royong guna meminimalkan risiko banjir susulan sekaligus memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi. (dur)

0 Komentar