RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan merilis hasil pengawasan kualitas air sepanjang tahun 2025. Temuannya cukup kontradiktif: meski pengelolaan air di tingkat sumber (PDAM dan Pamsimas) sudah melampaui standar nasional, kualitas air yang sampai ke keran rumah tangga warga justru masih memprihatinkan.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa air di tingkat penyelenggara atau sumber telah mencapai 80 persen memenuhi syarat bakteriologis, jauh di atas target nasional sebesar 70 persen. Namun, saat dilakukan uji petik langsung di tingkat rumah tangga, angkanya merosot tajam. Dari target pusat sebesar 30 persen, Kota Pekalongan baru mampu menyentuh angka 20,9 persen.
Sanitarian Muda Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Maysaroh, menjelaskan bahwa perjalanan air dari sumber menuju rumah warga rentan terhadap kontaminasi akibat berbagai faktor lingkungan dan infrastruktur.
Baca Juga:Anggota Satpol PP Kendal Meninggal di Tambak Kaliwungu, Diduga Kena Serangan Jantung Saat MemancingSungai Bremi Meluap! Tanggul Pabean Pekalongan Jebol 35 Meter, Ratusan Rumah Terendam Banjir Bandang
“Pengawasan dilakukan di dua titik karena air yang sudah memenuhi syarat di sumbernya bisa saja mengalami penurunan kualitas saat sampai ke rumah tangga. Dalam perjalanan melalui jaringan distribusi, ada banyak faktor yang memengaruhi,” jelas Maysaroh saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Ancaman Bakteri E. Coli dan “BABS Tertutup”
Salah satu temuan paling mengejutkan adalah tingginya kandungan bakteri E. coli pada air di tingkat pemukiman. Meski Kota Pekalongan telah menyandang status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan, fakta di lapangan menunjukkan praktik “BABS tertutup” masih marak.
Praktik ini merujuk pada rumah tangga yang memiliki jamban, namun tidak memiliki septic tank. Limbah tinja langsung dialirkan ke selokan besar atau sungai, yang kemudian meresap dan mencemari instalasi air warga.
“BABS terbuka memang sudah jarang kita temui, tetapi BABS tertutup masih banyak, terutama di wilayah yang rumahnya dekat dengan selokan besar atau sungai. Perilaku ini mencemari sumber air, sehingga saat pemeriksaan sering ditemukan bakteri E. coli,” ungkapnya.
Instalasi Tua dan Pentingnya Kuras Septic Tank
Selain masalah perilaku sanitasi, jaringan instalasi pipa yang sudah tua juga dituding menjadi penyebab menurunnya kualitas air. Pipa yang berkarat atau bocor halus memungkinkan polutan dari tanah masuk ke dalam aliran air bersih.
