Layanan Sampah di Batang Belum Merata, Armada DLH Baru Jangkau 12 Kecamatan Meski Ada Penambahan Unit

Layanan Sampah di Batang Belum Merata, Armada DLH Baru Jangkau 12 Kecamatan Meski Ada Penambahan Unit
NOVIA ROCHMAWATI TAMBAH - Pemkab Batang melalui Dinas Lingkungan Hidup menambah armada pengangkutan sampah.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Upaya Pemerintah Kabupaten Batang dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah masih menghadapi jalan terjal. Meskipun telah dilakukan penambahan armada, layanan pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tercatat belum mampu menjangkau seluruh wilayah secara merata hingga awal tahun 2026.

Saat ini, DLH baru mampu melayani pengangkutan sampah di 12 dari total 15 kecamatan yang ada di Batang. Tiga kecamatan, yakni Bawang, Pecalungan, dan Wonotunggal, terpaksa harus mengelola limbah domestik mereka secara mandiri tanpa dukungan armada angkut milik pemerintah daerah.

Kepala DLH Kabupaten Batang, Rusmanto, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya mengoperasikan 23 unit armada yang terdiri dari 15 dump truck, 4 armroll, dan 4 unit pick-up. Jumlah tersebut dinilai masih memiliki keterbatasan jangkauan jika dibandingkan dengan produksi sampah harian warga.

Baca Juga:Cegah Stunting! 2.400 Ibu Hamil dan Balita di Kota Pekalongan Terima Program Makan Bergizi Gratis 2026Kualitas Air di Pekalongan Masih Jadi PR, Aman di Sumber PDAM, Namun Tercemar Bakteri di Rumah Tangga

“Total armada yang kami miliki saat ini ada 23 unit. Itu sudah termasuk armada yang diadakan sebelumnya,” ujar Rusmanto, Rabu (7/1/2026).

Kendala Administrasi dan Fasilitas Rusak

Harapan untuk memperluas jangkauan sebenarnya sempat muncul seiring adanya pengadaan satu unit truk tambahan melalui anggaran perubahan 2025. Namun, unit tersebut belum bisa terjun ke lapangan karena terganjal urusan surat-menyurat.

“Unit baru sudah ada, tetapi belum bisa digunakan karena masih proses KIR dan penerbitan STNK. Rencananya baru bisa difungsikan tahun 2026,” jelas Rusmanto.

Selain masalah kendaraan, DLH juga mengeluhkan kondisi infrastruktur penunjang berupa kontainer sampah. Banyak wadah penampung sampah di titik-titik strategis kini dalam kondisi rusak berat. Rehabilitasi dinilai memakan biaya besar yang tidak sebanding dengan manfaat ekonominya, sehingga beberapa kontainer terpaksa ditarik dari peredaran.

Volume Sampah Tembus 90 Ton per Hari

Tekanan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Batang juga semakin berat. Rata-rata setiap hari terdapat sekitar 90 ton sampah yang masuk ke pembuangan akhir, baik yang dibawa oleh truk DLH maupun kendaraan mandiri milik desa.

“Angka itu termasuk sampah yang dikirim oleh armada desa dan desa-desa yang sudah melakukan kerja sama atau MoU dengan DLH,” katanya.

Angka produksi sampah yang tinggi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera menuntaskan masalah pemerataan layanan. Kesenjangan fasilitas di tiga kecamatan sisa—Bawang, Pecalungan, dan Wonotunggal—masih menjadi tantangan utama yang harus diselesaikan agar tidak memicu munculnya tempat pembuangan sampah liar.

0 Komentar