RADARPEKALONGAN.ID, WONOPRINGGO – Memasuki usia enam dekade, Yayasan Gondang menggelar rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-60 dengan khidmat. Dua agenda utama, yakni Ziarah dan Pembinaan Umum, dilaksanakan sebagai upaya merefleksikan kembali sejarah panjang serta memperkuat komitmen seluruh elemen yayasan dalam dunia pendidikan dan dakwah.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan mendalam kepada para pendiri dan sesepuh yang telah merintis Yayasan Gondang sejak awal. Melalui ziarah, generasi penerus diajak untuk tidak melupakan akar sejarah dan perjuangan para pendahulu yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemaslahatan umat.
Ketua Panitia Harlah ke-60, Siti Aisyah, S.Pd. PAUD, menyampaikan bahwa momentum ini adalah waktu yang tepat untuk menanamkan rasa syukur kepada seluruh tenaga pendidik dan pengurus.
Baca Juga:Weleri Bersih! TPS Liar di Jalan Utama Resmi Ditutup, DLH Kendal Siapkan CCTV untuk Intai PelakuDua Raperda Inisiatif Dinilai Mendesak dan Strategis
“Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur dan penghormatan kami kepada mereka yang telah berjuang ikhlas demi kemajuan yayasan,” ujar Siti Aisyah di sela-sela kegiatan, Rabu (7/1/2026).
Refleksi Doa di Makam Pendiri
Rangkaian ziarah berlangsung haru di area pemakaman para tokoh pendiri. Seluruh peserta yang terdiri dari pengurus, guru, dan staf mengikuti prosesi tahlil serta doa bersama. Selain sebagai ritual keagamaan, ziarah ini juga diisi dengan renungan mengenai nilai-nilai ketulusan yang menjadi modal utama pengembangan yayasan hingga mencapai usia 60 tahun.
Diharapkan, semangat juang para pendahulu dapat menjadi bensin bagi para pendidik muda dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis.
Pembinaan Umum: Kembali ke Khittah Pengabdian
Setelah rangkaian ziarah usai, kegiatan berlanjut ke sesi Pembinaan Umum yang digelar di aula pertemuan yayasan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus, kepala unit pendidikan, hingga staf dari berbagai jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Gondang.
Materi pembinaan difokuskan pada penguatan visi dan misi organisasi. Nilai-nilai seperti keikhlasan, pengabdian tanpa pamrih, dan profesionalisme kerja menjadi poin utama yang ditekankan untuk menghadapi tantangan pendidikan di era modern.
Siti Aisyah menambahkan bahwa melalui pembinaan terpadu ini, Yayasan Gondang ingin memastikan seluruh struktur organisasi tetap solid dan memiliki frekuensi yang sama dalam bergerak.
