STIK Kendal Lepas 217 Mahasiswa KKN 2026, Fokus Garap UMKM dan Desa Wisata Berbasis Nilai Islam

STIK Kendal Lepas 217 Mahasiswa KKN 2026, Fokus Garap UMKM dan Desa Wisata Berbasis Nilai Islam
ABDUL GHOFUR Pimpinan STIK bersama unsur Forkopimcam Gemuh dan perwakilan pemda saat kegiatan pelepasan 217 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIK XVII Tahun 2026 di Kantor Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Selasa (6/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK) secara resmi memulai program pengabdian masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) XVII Tahun 2026. Sebanyak 217 mahasiswa dilepas di Kantor Kecamatan Gemuh, Selasa (6/1/2026), untuk diterjunkan ke berbagai desa di wilayah Kabupaten Kendal.

KKN tahun ini mengusung tema strategis, yakni “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai-Nilai Islam dalam Pengembangan UMKM, Desa Wisata, dan Kepedulian Lingkungan.” Fokus tersebut dipilih untuk menjawab tantangan ekonomi kreatif dan pelestarian alam yang tengah menjadi prioritas pembangunan daerah.

Ketua STIK Kendal, KH Ahmad Tantowi, mengingatkan para mahasiswa bahwa KKN adalah laboratorium sosial yang menuntut tanggung jawab moral dan etika yang tinggi. Ia menekankan agar mahasiswa menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif, bukan sebaliknya.

Baca Juga:Cegah Stunting! 2.400 Ibu Hamil dan Balita di Kota Pekalongan Terima Program Makan Bergizi Gratis 2026Kualitas Air di Pekalongan Masih Jadi PR, Aman di Sumber PDAM, Namun Tercemar Bakteri di Rumah Tangga

“KKN ini bukan ajang hura-hura, apalagi membuat masalah. Tidak untuk membully atau mencederai nilai sosial. KKN adalah proses belajar bersosial, melatih kemampuan mahasiswa, dan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,” tegas KH Ahmad Tantowi dalam sambutannya.

Menanamkan Nilai Islam dalam Solusi Sosial

Ahmad Tantowi menambahkan, keberadaan mahasiswa di desa harus mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat setempat. Penanaman nilai-nilai Islam diharapkan menjadi fondasi dalam setiap program kerja, mulai dari pendampingan sertifikasi halal UMKM hingga tata kelola desa wisata yang santun.

“Mahasiswa harus hadir membawa solusi, peka terhadap kondisi sekitar, dan menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas pengabdian,” imbuh Ahmad Tantowi.

Sambutan Hangat dari Kecamatan Gemuh

Camat Gemuh, Kartini, mengapresiasi penempatan mahasiswa STIK Kendal di wilayahnya. Ia berharap kehadiran kaum intelektual muda ini dapat memberikan energi baru bagi perangkat desa dan warga dalam mengoptimalkan potensi lokal.

“Kami mengucapkan terima kasih karena Kecamatan Gemuh dipilih sebagai lokasi KKN. Kami berharap mahasiswa dapat berbaur, berkontribusi, dan membantu masyarakat sesuai kebutuhan desa,” ungkap Kartini.

Namun, ia juga memberikan peringatan khusus terkait aspek keselamatan. Mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan yang tinggi di awal tahun 2026, mahasiswa diminta untuk selalu waspada saat menjalankan program kerja di lapangan.

0 Komentar