RADARPEKALONGAN.ID – Harga emas diprediksi naik setelah pergerakannya sepanjang awal Januari 2026 menunjukkan tren yang semakin kuat.
Emas batangan Antam sempat menyentuh level Rp2,549 juta per gram pada 6 Januari 2026, bahkan mendekati Rp2,6 juta di sejumlah penjual seperti UBS dan Galeri24.
Meski sempat terkoreksi ke Rp2,57 juta pada 8 Januari, prospek jangka menengah hingga panjang tetap dinilai positif.
Baca Juga:Penangkapan Nicolas Maduro Bongkar Skandal Penjualan Emas Miliaran Venezuela ke Swiss!Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Tanggal 8 Januari 2026 Naik atau Turun? Ini Daftar Nilainya!
Koreksi harian tersebut dinilai wajar dalam pergerakan aset safe haven seperti emas.
Secara mingguan, harga emas masih mencatat kenaikan signifikan dibandingkan akhir 2025, menandakan sentimen pasar masih condong ke arah bullish.
Pergerakan harga emas pekan ini
Dalam rentang 6 hingga 8 Januari 2026, pergerakan harga emas menunjukkan dinamika yang cukup aktif.
Kenaikan tajam disusul koreksi tipis mencerminkan adanya aksi ambil untung jangka pendek.
Beberapa catatan penting pergerakan harga emas pekan ini antara lain:
- Harga jual emas Antam 1 gram berada di kisaran Rp2,549 juta hingga Rp2,584 juta
- Harga buyback berada di sekitar Rp2,57 juta per gram
- Koreksi harian berkisar Rp14 ribu hingga Rp26 ribu
- Tren mingguan masih menguat dibandingkan akhir tahun lalu
Permintaan emas domestik yang meningkat pasca-libur panjang serta harga emas dunia yang bertahan di atas US$2.700 per troy ounce menjadi penopang utama harga.
Mengapa harga emas diprediksi naik hingga Rp3 juta
Banyak analis menilai harga emas diprediksi naik hingga menyentuh Rp3 juta per gram pada 2026 bukan sekadar spekulasi.
Prediksi ini didukung proyeksi lembaga keuangan global seperti Goldman Sachs, JP Morgan, dan Bank of America.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Tanggal 8 Januari 2026 Turun, Waktu Tepat Beli atau Tunggu?Harga Buyback Emas Hari Ini Tanggal 8 Januari 2026 Naik, Cek Nilai Jual Terbaru Dari Rajaemas dan Lakuemas!
Secara umum, kenaikan ke Rp3 juta diperkirakan realistis pada kuartal pertama hingga paruh kedua 2026, bukan dalam hitungan hari. Faktor pendorong utamanya meliputi:
- Bank sentral global terus menambah cadangan emas sebagai lindung nilai inflasi
- Kebijakan pemangkasan suku bunga The Fed yang menekan dolar AS
- Ketegangan geopolitik global yang meningkatkan minat aset aman
- Keterbatasan pasokan emas dunia
- Nilai tukar rupiah yang cenderung melemah
Dengan asumsi harga emas dunia mencapai US$4.900 hingga US$5.000 per troy ounce dan kurs rupiah di kisaran Rp16.000–Rp17.000 per dolar AS, harga emas domestik berpeluang menembus Rp3 juta per gram.
