RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Jeritan warga memecah keheningan dini hari di Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara. Tanggul Sungai Bremi di wilayah Pabean dilaporkan jebol sepanjang 35 meter pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 02.45 WIB.
Akibatnya, air bah merangsek masuk ke permukiman padat penduduk dengan kecepatan tinggi, layaknya banjir bandang. Wilayah yang terdampak paling parah berada di RW 12 Kelurahan Padukuhan Kraton, di mana luapan air bahkan merembet hingga ke area Jeruksari, Kabupaten Pekalongan.
Salah seorang warga RT 03 RW 12, Fachruddin, menceritakan kengerian saat air menjebol pertahanan rumahnya ketika warga tengah terlelap.
Baca Juga:Waspada! Kasus Narkoba di Batang Meningkat di Sektor Industri, 75 Tersangka Ditangkap Sepanjang 2025Atasi Masalah Lingkungan, Investor Singapura hingga China Lirik Kelola Sampah di Kota Pekalongan
“Datangnya hitungan detik, bukan menit lagi. Seperti banjir bandang. Di dalam rumah ketinggian air sempat mencapai hampir satu meter. Derasnya arus membuat pintu belakang rumah jebol dan perabotan hanyut,” tutur Fachruddin yang juga pengasuh Majelis Ta’lim Darul Khairot Pabean, Rabu siang.
300 KK Terdampak, Sekolah Diliburkan
Data sementara mencatat sedikitnya 300 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung oleh bencana ini. Ketinggian air di dalam rumah warga bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter, sementara di titik terendah sempat menyentuh satu meter.
Kondisi ini memaksa sekitar 100 jiwa untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti lantai dua SD Pabean dan Kantor Kelurahan. Akibat lantai satu sekolah terendam air dan digunakan sebagai posko darurat, aktivitas belajar mengajar di SD Pabean terpaksa diliburkan total.
TNI-Polri dan Warga Bangun Tanggul Darurat
Merespons situasi genting tersebut, jajaran TNI dari Kodim 0710/Pekalongan bersama Polres Pekalongan Kota, BPBD, dan relawan langsung terjun ke lokasi. Camat Pekalongan Utara, Wismo Adityo, menegaskan fokus utama petugas saat ini adalah menutup celah tanggul yang jebol.
“Tujuannya agar air tidak terus-menerus masuk ke wilayah permukiman. Kami menutup titik jebol menggunakan sandbag (kantong pasir) yang diperkuat sesek bambu dan kayu dolken,” jelas Wismo di lapangan.
Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Arh Ihalauw Garry Herlambang, menyatakan telah mengerahkan satu Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk mempercepat penanganan fisik dan distribusi logistik.
“Dua regu diterjunkan langsung untuk pengerjaan fisik tanggul darurat, sementara satu regu lainnya disiagakan untuk mendukung distribusi logistik di posko pengungsian,” ungkap Letkol Arh Garry.
