RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Pesatnya pertumbuhan industri di Kabupaten Batang ibarat pisau bermata dua. Di balik geliat ekonomi yang meningkat, daerah ini kini menghadapi tantangan serius berupa lonjakan peredaran narkotika. Sepanjang tahun 2025, Satresnarkoba Polres Batang berhasil mengungkap 60 kasus narkoba dengan total 75 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Wilayah Batang Kota masih memegang angka tertinggi dengan 15 kasus, disusul Banyuputih (12 kasus), serta Gringsing dan Limpung yang masing-masing mencatat 8 kasus. Pola ini menunjukkan koridor timur Batang yang menjadi pusat industri merupakan zona paling rawan peredaran barang haram.
Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana melalui Kasat Resnarkoba AKP Erdi Nuryawan menjelaskan bahwa peningkatan daya beli masyarakat di lingkungan industri memicu kerentanan baru.
Baca Juga:Atasi Masalah Lingkungan, Investor Singapura hingga China Lirik Kelola Sampah di Kota PekalonganCegah Longsor! Grib Jaya Targetkan Tanam 100 Ribu Pohon Aren di Kabupaten Pekalongan Tuntas 2026
“Lingkungan industri itu memungkinkan orang punya daya beli. Salah satunya untuk membeli obat-obatan yang diklaim bisa meningkatkan stamina kerja,” ujar AKP Erdi saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Karyawan hingga Ibu Rumah Tangga Terjerat
Fakta memprihatinkan muncul dari profil para pelaku. Narkoba kini merambah ke berbagai kalangan tanpa pandang bulu. Polisi menemukan keterlibatan karyawan perusahaan hingga ibu rumah tangga, salah satunya ditemukan di wilayah Limpung.
Sabu tetap menjadi jenis narkotika yang paling mendominasi pasar gelap di Batang karena harganya yang semakin terjangkau. Modus transaksinya pun kian canggih, memanfaatkan sistem daring (online) untuk memutus rantai pertemuan langsung.
“Transaksi sekarang kebanyakan online. Antara pembeli, pengedar, dan bandar tidak saling kenal. Setelah pembayaran transfer, barang ditaruh di titik tertentu tanpa tatap muka,” jelas Erdi.
Modus Paket Travel dan Live TikTok
Kepolisian juga berhasil mengendus modus pengiriman baru melalui jasa travel rute Solo–Batang. Narkoba dikamuflasekan sebagai paket barang biasa, seperti sepatu, untuk mengelabui sopir travel. Bahkan, sempat ditemukan upaya transaksi melalui fitur live TikTok yang kini telah berhasil ditindak tegas oleh aparat.
“Sopirnya tidak tahu isi paket. Mereka hanya diminta meletakkan di lokasi tertentu di perjalanan. Untuk modus live TikTok, sudah kita take down,” tambahnya.
