RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan terus memperketat pengawasan terhadap standar operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini dibuktikan dengan digelarnya kembali pelatihan penjamah pangan bagi pengelola dan relawan dapur SPPG guna menjamin keamanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelatihan kali ini menyasar enam titik SPPG yang tengah bersiap beroperasi secara penuh, yakni SPPG Kandang Panjang, dua SPPG Poncol, SPPG Panjang Baru, SPPG Panjang Wetan, dan SPPG Gamer. Peserta yang hadir merupakan para garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan proses pengolahan makanan untuk anak sekolah.
Sanitarian Muda Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Maysaroh, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mutlak yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
Baca Juga:Warga Ngampel Kendal Keluhkan Debu Tebal Dump Truk Galian C, Omzet Warung Anjlok dan Rumah RusakJamin Keamanan Pangan, 22 Dapur SPPG di Kota Pekalongan Resmi Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
“Sejak SPPG mulai berjalan, kami secara bertahap melaksanakan pelatihan ini. Pelatihan diberikan khususnya bagi SPPG yang belum mengikuti atau masih dalam proses melengkapi persyaratan, agar saat dapur beroperasi, seluruh penjamah pangan sudah memahami standar keamanan pangan,” jelas Maysaroh kepada media, Jumat (9/1/2026).
Wajib Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Sesuai aturan terbaru, setiap dapur gizi wajib mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Salah satu indikator utamanya adalah seluruh kru dapur harus memiliki sertifikat pelatihan penjamah pangan sebagai bukti kompetensi dalam mengelola makanan secara higienis.
Dalam pelatihan ini, para relawan dibekali enam materi inti, antara lain:
- Pemilihan bahan pangan yang layak dan segar.
- Tata cara penyimpanan bahan untuk menjaga nutrisi.
- Proses pengolahan (memasak) hingga matang sempurna.
- Penerapan personal hygiene (kebersihan diri) saat memasak.
- Teknik pengemasan di ompreng yang aman.
- Prosedur distribusi ke sekolah agar makanan tetap layak konsumsi.
Cegah Risiko Keracunan Pangan
Langkah preventif ini diambil untuk memastikan tidak ada kejadian luar biasa seperti keracunan makanan. Maysaroh mengingatkan bahwa kesalahan kecil dalam pengolahan bisa berdampak besar bagi kesehatan anak-anak.
“Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya penyakit maupun kejadian keracunan pangan yang kerap disebabkan oleh pengolahan makanan yang tidak sesuai prinsip keamanan pangan,” tambahnya.
