Warga Ngampel Kendal Keluhkan Debu Tebal Dump Truk Galian C, Omzet Warung Anjlok dan Rumah Rusak

Warga Ngampel Kendal Keluhkan Debu Tebal Dump Truk Galian C, Omzet Warung Anjlok dan Rumah Rusak
ABDUL GHOFUR KEPULAN DEBU - Deretan dump truck pengangkut material galian C melintas sepanjang Jalan Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, yang menimbulkan kepulan debu, Kamis (8/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Aktivitas hilir mudik dump truk pengangkut material galian C di ruas jalan Jatirejo–Ngampel Kulon, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, kini menjadi momok bagi masyarakat setempat. Polusi debu tebal yang dihasilkan setiap hari tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga memukul sektor usaha kecil dan merusak infrastruktur bangunan warga.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (8/1/2026), armada truk bermuatan tanah dan batu melintas hampir tanpa jeda sejak siang hingga sore hari. Kondisi cuaca yang kering memperparah keadaan, membuat debu mudah beterbangan dan menyusup ke rumah-rumah serta tempat usaha di sepanjang tepi jalan.

Pedagang di Desa Jatirejo menjadi pihak yang paling terdampak secara ekonomi. Istikomah (52), seorang pemilik warung soto, mengaku kewalahan menjaga kebersihan dagangannya dari serbuan debu.

Baca Juga:Jamin Keamanan Pangan, 22 Dapur SPPG di Kota Pekalongan Resmi Kantongi Sertifikat Laik Higiene SanitasiKabar Baik! Pemkab Pekalongan Jamin Layanan UHC Aman hingga Juni 2026 Meski Ada Efisiensi Anggaran

“Setiap hari kami harus membersihkan meja dan peralatan berkali-kali. Debu masuk ke warung dan menempel di mana-mana,” ujar Istikomah dengan nada kecewa.

Ekonomi Warga Lesu akibat Polusi

Kondisi serupa dialami oleh Saifudin (31), pemilik warung sembako. Menurutnya, polusi udara yang ditimbulkan oleh truk galian C membuat calon pembeli enggan singgah, terutama pelanggan yang ingin mencari makan di pinggir jalan.

“Kalau sudah ramai truk, pembeli jadi sepi. Orang takut belanja, apalagi makan, karena debu beterbangan. Ini jelas merugikan,” tutur pria yang akrab disapa Udin tersebut.

Keluhan tidak hanya datang dari pelaku usaha. Warga pemukiman seperti Hudiono merasa haknya untuk mendapatkan lingkungan yang sehat telah terampas. Ia bahkan terpaksa menutup rapat pintu dan jendela rumahnya sepanjang siang demi menghalau debu masuk ke ruang tamu.

Getaran Truk Picu Dinding Rumah Retak

Selain masalah pernapasan dan kebersihan, warga mulai mengkhawatirkan kekuatan struktur bangunan mereka. Kendaraan bertonase besar yang melintas dengan kecepatan tinggi menimbulkan getaran kuat yang merambat hingga ke fondasi rumah. Sejumlah warga melaporkan mulai muncul retakan pada dinding rumah mereka.

Meskipun pengelola galian C di Desa Jatirejo sempat melakukan penyiraman jalan, warga menilai langkah tersebut tidak efektif karena frekuensinya yang sangat jarang.

0 Komentar