“Penyiraman air memang ada, tapi tidak rutin. Paling dua kali sehari, itu pun masih berdebu saat truk lewat,” tegas salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Tuntut Penertiban dan Kompensasi Layak
Masyarakat Ngampel kini mendesak Pemerintah Kabupaten Kendal dan instansi terkait untuk segera melakukan penertiban. Ada beberapa tuntutan utama yang disampaikan warga, antara lain:
- Pengaturan jam operasional dump truk yang lebih ketat.
- Wajib menggunakan penutup muatan (terpal) yang lebih rapat.
- Penyiraman jalan secara rutin dan intensif setiap jam.
- Kompensasi yang layak bagi warga terdampak.
Hingga saat ini, warga mengaku hanya menerima uang kompensasi sebesar Rp100.000 sebanyak dua kali, jumlah yang dianggap tidak sebanding dengan kerusakan bangunan dan penurunan penghasilan harian mereka. Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum muncul dampak kesehatan yang lebih serius atau kerusakan bangunan yang lebih parah. (fur/)
