RADARPEKALONGAN.ID – Di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia, logam mulia kembali dipandang sebagai aset lindung nilai paling aman.
Proyeksi terbaru dari analis internasional menunjukkan bahwa harga emas berpotensi terbang tinggi dalam paruh pertama tahun 2026, meskipun tetap dibayangi risiko koreksi tajam setelahnya.
Prediksi ini membuat banyak investor mulai menyusun ulang strategi, terutama bagi kamu yang mempertimbangkan emas sebagai instrumen investasi jangka menengah.
Baca Juga:Pergerakan Harga Emas Indonesia Pekan Kedua Januari 2026! Rangkuman Lengkap, Analisis, dan Prediksi!Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Tanggal 10 Januari 2026 Naik Lagi! Waktunya Jual atau Tahan?
Proyeksi Harga Emas 6 Bulan ke Depan Menurut Analis
Berdasarkan analisis terbaru, harga emas 6 bulan ke depan diperkirakan akan mencapai level tertinggi baru.
HSBC, salah satu lembaga keuangan global, memperkirakan harga emas dunia bisa menyentuh US$5.050 per troy ons pada paruh pertama 2026.
Angka ini merupakan revisi naik dari proyeksi sebelumnya di kisaran US$5.000 per troy ons.
Kenaikan target ini menunjukkan keyakinan kuat bahwa tekanan global masih akan mendorong permintaan emas dalam waktu dekat.
Beberapa poin penting dari proyeksi tersebut antara lain:
- Harga emas diprediksi berada di level tertinggi dalam enam bulan pertama 2026
- Rentang pergerakan harga diperkirakan cukup lebar
- Volatilitas pasar emas diproyeksikan tetap tinggi
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Ada beberapa faktor utama yang menjadi alasan kuat mengapa harga emas 6 bulan ke depan berpotensi melonjak. Faktor-faktor ini saling berkaitan dan memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven.
Beberapa pendorong utama kenaikan harga emas meliputi:
- Meningkatnya risiko geopolitik global
- Kekhawatiran terhadap pelemahan dolar AS
- Kebijakan suku bunga bank sentral yang masih longgar
- Permintaan emas yang kuat dari bank sentral dunia
- Minat investor terhadap ETF berbasis emas
HSBC juga menilai bahwa pembelian emas oleh bank sentral global akan menjadi penopang utama harga dalam jangka menengah.
Risiko Koreksi Harga Emas Tetap Mengintai
Meski prospek harga emas 6 bulan ke depan terlihat cerah, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai.
Baca Juga:Harga Emas Antam Hari Ini Tanggal 10 Januari 2026 Naik Tajam! Telah Mencapai 2,6 juta per Gram!Harga Buyback Emas Hari Ini Tanggal 10 Januari 2026 Kompak Naik Tajam Hingga Rp15.000 per Gram!
Menurut HSBC, koreksi signifikan bisa terjadi jika kondisi global mulai stabil atau jika Federal Reserve menghentikan kebijakan pemangkasan suku bunga.
Untuk sepanjang tahun 2026, harga emas diperkirakan bisa turun hingga ke level US$3.950 per troy ons setelah mengalami reli kuat di awal tahun.
