Koreksi ini bisa terjadi apabila situasi geopolitik global mulai mereda atau jika bank sentral AS menghentikan siklus pemangkasan suku bunga.
Dalam skenario tersebut, harga emas berpotensi turun hingga ke kisaran US$3.950 per troy ons.
Oleh karena itu, investor perlu mencermati momentum pasar dan tidak hanya terpaku pada tren kenaikan jangka pendek.
Baca Juga:Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Tanggal 11 Januari 2026 Masih Tinggi Usai Lonjakan Tajam?Harga Emas Antam Hari Ini Tanggal 11 Januari 2026 Masih Tinggi! Waktu Tepat Beli atau Tunggu?
Proyeksi Jangka Panjang Harga Emas
Tidak hanya enam bulan ke depan, HSBC juga memberikan gambaran jangka panjang terkait prospek emas.
Setelah melewati fase volatilitas pada 2026, harga emas diperkirakan tetap berada di level tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
Proyeksi jangka panjang HSBC meliputi:
- Rata-rata harga emas 2027 diperkirakan mencapai US$4.625 per troy ons
- Rata-rata harga emas 2028 diproyeksikan naik ke US$4.700 per troy ons
Proyeksi ini menunjukkan bahwa emas masih dianggap sebagai aset strategis untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.
Strategi Menghadapi Pergerakan Harga Emas
Dengan proyeksi harga emas dalam 6 bulan ke depan yang cenderung bullish namun penuh volatilitas, Kamu perlu strategi yang tepat.
Investor jangka pendek bisa memanfaatkan momentum kenaikan harga, sementara investor jangka panjang dapat mempertimbangkan akumulasi bertahap.
Beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan:
- Membeli emas secara bertahap untuk mengurangi risiko fluktuasi
- Memantau kebijakan suku bunga dan kondisi geopolitik
- Menyesuaikan tujuan investasi dengan jangka waktu kepemilikan
Harga emas dalam 6 bulan ke depan diperkirakan masih memiliki ruang kenaikan yang cukup besar, dengan potensi menembus level US$5.050 per troy ons.
Namun, volatilitas tinggi dan risiko koreksi tetap perlu diwaspadai. Dengan strategi yang tepat dan pemantauan pasar yang konsisten, emas masih menjadi pilihan investasi menarik di tengah ketidakpastian global.
