RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Pengurus Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kendal mulai tancap gas dalam menyiapkan kader yang melek teknologi. Melalui kegiatan anjangsana rutin di SMK NU 01 Kendal, Minggu (11/1/2026), mereka membekali para pelajar dengan pelatihan desain grafis dan jurnalistik.
Langkah strategis ini diambil untuk menjawab tantangan komunikasi visual yang kian masif di media sosial. Para kader IPNU-IPPNU diharapkan tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga produsen konten kreatif yang mampu membawa misi dakwah dan organisasi secara lebih modern.
Ketua PAC IPNU Kota Kendal, Bayu Aji Seto, menjelaskan bahwa pelatihan ini fokus pada penguasaan dasar menggunakan perangkat lunak Corel Draw. Menurutnya, fondasi yang kuat di tahap awal akan memudahkan kader untuk berkembang ke aplikasi desain lainnya.
Baca Juga:Antisipasi Cuaca Ekstrem, DPRD dan BPBD Pekalongan Sepakati Penguatan Sinergi Lintas Sektoral Hadapi BencanaWaspada Bencana di Kendal, 8 Kejadian Tercatat dalam Sebulan, Tanah Longsor Jadi Ancaman Paling Dominan
“Kami mulai dari materi paling dasar, yaitu Corel Draw. Tujuannya agar kader memiliki fondasi yang kuat dan mudah beradaptasi ketika menggunakan aplikasi desain lainnya,” tegas Bayu saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Desain Grafis sebagai Media Dakwah Modern
Dalam pelatihan tersebut, hadir narasumber dari Pimpinan Wilayah (PW) IPNU Jawa Tengah, Iqbal Alaik. Ia menekankan bahwa keterampilan desain grafis di masa kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan alat perjuangan digital untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang sejuk dan edukatif.
“Desain grafis bukan hanya soal visual yang menarik, tetapi juga alat komunikasi untuk menyampaikan pesan, nilai-nilai keislaman, dan identitas organisasi secara efektif,” papar Iqbal.
Iqbal berharap, melalui sentuhan visual yang apik, pesan-pesan Nahdlatul Ulama dapat lebih mudah diterima oleh generasi milenial dan Gen Z yang sangat visual-sentris.
Lawan Hoaks dengan Jurnalistik
Selain desain, panitia juga menyisipkan pelatihan jurnalistik. Ketua Panitia kegiatan, Muhammad Helmi Kurniawan, menyebutkan bahwa sinergi antara kemampuan desain dan menulis sangat penting untuk membentengi kader dari gempuran informasi palsu atau hoaks.
“Anjangsana ini kami rancang untuk mencetak kader yang siap menjadi penulis dan desainer grafis. Ini sekaligus upaya menjawab tantangan digitalisasi dan menangkal penyebaran berita hoaks,” pungkas Helmi.
