Pada kuartal IV 2025, jumlah penerima PKH di Batang menyusut sebanyak 8.987 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari administrasi kependudukan yang bermasalah hingga indikasi penyalahgunaan bantuan untuk judi online.
Sebaliknya, realisasi BPNT justru membengkak menjadi 52.700 KPM, melebihi kuota ideal yang dipatok sebesar 47.381 KPM. Ketimpangan angka ini mempertegas perlunya validasi ulang secara menyeluruh.
Bupati Faiz Kurniawan berjanji akan membentuk tim validasi khusus dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini diharapkan dapat merapikan data sosial di Batang sehingga tidak ada lagi warga miskin yang terabaikan, dan tidak ada lagi aparat desa yang menjadi sasaran amuk massa akibat data yang keliru. (nov)
