Waspada Gejala Super Flu di Batang: Dinkes Pastikan Belum Ada Temuan Kasus Namun Minta Warga Siaga

Waspada Gejala Super Flu di Batang: Dinkes Pastikan Belum Ada Temuan Kasus Namun Minta Warga Siaga
M. DHIA THUFAIL CEK KESEHATAN - Petugas Dinkes Batang saat mengecek kesehatan masyarakat setempat.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, BATANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang memberikan penjelasan resmi terkait maraknya pemberitaan mengenai ancaman penyakit influenza varian baru yang disebut Super Flu. Meski telah memicu kekhawatiran publik, otoritas kesehatan setempat memastikan hingga saat ini wilayah Batang masih nihil kasus terkonfirmasi varian tersebut.

Kepala Dinkes Batang, Ida Susilaksmi, menjelaskan bahwa Super Flu sebenarnya dipicu oleh virus Influenza A (H3N2) Subclade K. Meski varian ini memiliki akar sejarah sejak 1968 di Hong Kong, mutasi terbarunya dikenal memiliki karakteristik gejala yang jauh lebih intens dan durasi sakit yang lebih lama dibandingkan influenza musiman pada umumnya.

“Sampai saat ini belum ada temuan kasus Super Flu di Kabupaten Batang,” tegas Ida Susilaksmi saat memberikan keterangan resmi di kantornya, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga:Data Kemiskinan Batang Carut Marut, Operator Desa Wadul ke Bupati Soal Fitnah Bansos dan Sinkronisasi DTSENWarga Tutup Paksa Galian C Pal 15 Kendal, Wabup Benny Karnadi Ancam Cabut Izin Tambang yang Rusak Lingkungan

Kenali Perbedaan Gejala Super Flu

Masyarakat diminta untuk lebih peka dalam mengenali tanda-tanda infeksi. Ida memaparkan bahwa salah satu indikator utama Super Flu adalah tingginya suhu tubuh yang ekstrem dan batuk yang membandel. Penyakit ini juga membawa risiko komplikasi yang lebih tinggi jika tidak ditangani dengan tepat.

“Kalau flu biasa demamnya biasanya tidak terlalu tinggi. Tapi jika terindikasi Super Flu, demam bisa lebih dari 38 derajat Celsius dan disertai batuk yang berlangsung lebih lama,” jelasnya.

Kelompok rentan seperti balita, lansia, serta penderita penyakit komorbid seperti asma, TBC, dan kanker, diingatkan untuk lebih waspada karena sistem imun mereka yang lebih sensitif terhadap serangan virus pernapasan ini.

Pencegahan dan Etika Kesehatan

Meskipun gejalanya terdengar mengkhawatirkan, Dinkes Batang meminta warga agar tidak tenggelam dalam kepanikan. Langkah pencegahan yang paling efektif tetap mengacu pada pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta penguatan imunitas tubuh secara mandiri.

“Tidak perlu cemas. Gejalanya mirip flu biasa, hanya durasinya lebih lama. Yang penting tingkatkan imunitas, terapkan etika batuk, dan gunakan masker bila sedang sakit,” tambah Ida.

Vaksinasi influenza juga disarankan sebagai proteksi tambahan, meskipun saat ini layanan tersebut masih bersifat berbayar.

0 Komentar