“Boleh saya periksa surat kendaraannya.”
Maka kalian hanya perlu menjawab beberapa kata saja. Saya ulangi lagi, beberapa kata saja, tidak kurang dan lebih dan jangan lupa tampilkan mimik elegant yang tenang!
Bila perlu, tiru gaya nada bicara dan mimik wajah seorang motivator ulung sekelas Mario Teguh sekalipun .
Tapi, ingat! Syaratnya hanya perlu menjawab itu saja, setelahnya polisi mau memperlakukan apa dan bagaimana kepada anda. Anda harus tetap diam, bila perlu ulangi terus-menerus jawaban yang sama itu saat polisi bertanya.
Jimat kalimat itu berbunyi.
“Saya beli motor, bukan beli surat Pak.”
Silakan anda bisa pakai jimat itu…Gratis…
Baca Juga:Wali Murid Kelas XII SMA Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan Adakan SilaturrahimReview Buku Mitos Sisifus Albert Camus dalam Kehidupan Mahasiswa
Sebenarnya Orang Rimba tidak melulu seprimitif itu kawan, malah mungkin kita yang dangkal memahaminya.
Ada tiga hal yang membuat saya kagum dengan Orang Rimba dan saya rasa di tahun 2026 mereka bisa lebih maju ketimbang kita.
Tapi saya tidak melihat kemajuan dari segi pembangunan industrialisasi ekonomi dan lain sebagainya.
Bukan itu, maksudnya saya. Bisa jadi mereka lebih maju dari cara berpikir serta ketulusan maupun integritas dalam menjalani kehidupan dan melihat alam.
Cara Berpikir Orang Rimba
Cara berpikir yang saya kagumi dari orang rimba adalah cara berpikir mereka tentang makanan. Belakangan saya tahu dan sering mendengar issue Orang Rimba meminta-minta makanan di jalanan.
Beberapa mungkin akan menjustifikasi Orang Rimba dengan segala macam dosa dan keburukan lewat umpatan versinya masing-masing.
Tapi kita mesti ingat dan introspeksi, saya yakin hutan di Jambi tidak utuh lagi. Wilayah berburu mereka juga semakin menyempit berubah menjadi pohon sawit.
Baca Juga:Tanggapan atas Catatan Arga Rasya Putra & Lubis Ardani, Dinamika Intelektual Mahasiswa Mulai TumbuhCatatan untuk Arif 'Marx' Budiman: Bung Karno Itu Pemikir Dialektis Bukan Harmonis
Jadi gak heran kalau mereka harus bersinggungan dengan dunia luar akibat manusia modern yang tidak pernah cukup merusak alam.
Padahal itu semua cuma kepentingan perut segelintir orang. Cara berpikir Orang Rimba juga gak seserakah itu, mereka makan dan menikmati alam dengan kelompoknya, tidak se-individualis sebagaimana orang yang mengaku dirinya modern bahkan kenal istilah nasionalisme.
Ketulusan Orang Rimba
