Lawan Kecanduan Gadget, Forum Anak Fantatik Pekalongan Gelar Dlan Bareng dan Permainan Tradisional di Alun-Alu

Lawan Kecanduan Gadget, Forum Anak Fantatik Pekalongan Gelar Dlan Bareng dan Permainan Tradisional di Alun-Alu
DOLAN BARENG - Forum Anak Kota Batik (Fantatik) bersama Forum Anak Kecamatan Pekalongan Timur menggelar kegiatan Dolan Bareng di Alun-alun Kota Pekalongan, baru-baru ini.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Forum Anak Kota Batik (Fantatik) bekerja sama dengan Forum Anak Kecamatan Pekalongan Timur melakukan inisiatif menarik untuk menekan ketergantungan anak pada gawai. Melalui program bertajuk “Dolan Bareng”, mereka menyulap Alun-Alun Kota Pekalongan menjadi ruang bermain komunal yang edukatif dan ramah anak, baru-baru ini.

Kegiatan ini sengaja dirancang sebagai tandingan terhadap masifnya penggunaan ponsel pintar pada anak-anak. Berbagai permainan tradisional seperti congklak, hula hoop, hingga aktivitas mewarnai disiapkan untuk memancing motorik dan interaksi sosial mereka di ruang publik.

Divisi Promosi dan Sosialisasi Hak Anak Fantatik, Nailul Widad, menegaskan bahwa “Dolan Bareng” adalah upaya menghadirkan alternatif hiburan yang lebih produktif dan menyehatkan bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga:Hujan Angin di Kendal Tumbangkan Pohon Jati dan Asem Londo, Akses Jalan dan Listrik Sempat Putus TotalAngka Kemiskinan Batang Turun Jadi 7,79 Persen, Sektor Formal dan Program Daker Jadi Kunci Keberhasilan

“Melalui Dolan Bareng, kami ingin menghadirkan alternatif kegiatan yang membuat anak-anak aktif bergerak, berkreasi, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitarnya,” ujar Nailul dalam keterangannya, Kamis (15/1/2026).

Kampanye Satu Hari Tanpa Gadget

Selain bermain, kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi peran Forum Anak sebagai wadah penyaluran aspirasi di tingkat kecamatan. Para pengurus mengajak anak-anak untuk kembali menikmati keseruan dunia nyata dan mengurangi durasi menatap layar (screen time).

Perwakilan Fantatik lainnya, Salvia Reswara Dewi, menambahkan bahwa interaksi langsung di ruang terbuka sangat krusial untuk mengasah kecerdasan emosional yang tidak didapatkan melalui permainan digital.

“Kami mendorong anak-anak untuk bersosialisasi secara langsung dengan teman sebaya. Interaksi nyata seperti ini penting untuk melatih empati, kerja sama, dan kepercayaan diri,” jelas Salvia.

Membangun Kota Layak Anak

Gerakan satu hari tanpa gadget ini diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi mampu menyadarkan orang tua untuk lebih selektif dalam memberikan fasilitas digital kepada anak. Fantatik berkomitmen untuk terus memaksimalkan ruang publik yang ada sebagai area bermain yang aman dan nyaman.

“Harapannya, anak-anak bisa merasakan kembali keseruan bermain bersama tanpa gawai dan orang tua juga terdorong untuk mendukung kebiasaan bermain yang lebih sehat,” tambah Salvia optimis.

0 Komentar