Museum Goes To School Efektif Edukasi Batik ke Pelajar, Cara Museum Batik Pekalongan Dekati Generasi Muda

Museum Goes To School Efektif Edukasi Batik ke Pelajar, Cara Museum Batik Pekalongan Dekati Generasi Muda
ISTIMEWA EDUKASI - Program Museum Goes To School yang telah dilaksanakan oleh Museum Batik Kota Pekalongan sepanjang tahun 2025 terbukti menjadi salah satu strategi efektif dalam memperkuat edukasi batik bagi generasi muda.
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Museum Batik Kota Pekalongan kembali memperkuat strategi edukasi kebudayaan melalui program Museum Goes To School. Langkah “jemput bola” ini terbukti menjadi instrumen paling efektif sepanjang tahun 2025 untuk menanamkan nilai-nilai luhur batik kepada generasi muda, sekaligus menjawab tantangan keterbatasan anggaran kunjungan di tahun 2026.

Kepala Museum Batik Kota Pekalongan, Nurhayati Sinaga, mengungkapkan bahwa kebijakan ini didasari oleh data statistik pengunjung yang didominasi oleh kalangan pelajar. Dengan mendatangi sekolah secara langsung, museum dapat memberikan literasi budaya yang lebih inklusif, menjangkau siswa yang memiliki keterbatasan akses fisik menuju museum.

“Iya, jadi setelah kita petakan, pengunjung terbanyak kita kan dari sekolah. Dan juga memang kalau orang tua mungkin tentang batik dia tahu ya. Target kami mensosialisasikan tentang batik ini kepada generasi muda,” ujar Nurhayati saat ditemui pada Kamis, 15 Januari 2026.

Baca Juga:Bukan Cuma Padamkan Api! Layanan Non-Fire Rescue di Pekalongan Melejit, Evakuasi Tawon Vespa Paling DominanHujan Angin di Kendal Tumbangkan Pohon Jati dan Asem Londo, Akses Jalan dan Listrik Sempat Putus Total

Menyasar Sekolah Inklusif hingga Luar Daerah

Program ini tidak hanya terbatas pada sekolah reguler di wilayah Kota Pekalongan saja, tetapi juga merambah ke Kabupaten Pekalongan hingga Kabupaten Batang. Jenjang pendidikan yang disasar mulai dari SMP, SMA, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB).

Melalui materi yang komprehensif, para siswa diajarkan mengenai sejarah perkembangan batik, filosofi motif, hingga peran penting batik sebagai identitas budaya daerah. Nurhayati menekankan bahwa dengan memahami sejarah, generasi muda akan memiliki pijakan yang kuat untuk melangkah ke masa depan.

“Kata orang itu kalau ingin tahu kotamu datanglah ke museum. Ingin tahu asal itu datang ke museum. Kalau tahu asal maka dia akan tahu tujuan. Jadi supaya kita mengakar dan tahu ke mana harus pergi, anak-anak muda yuk datang ke museum,” tandasnya.

Tarif Terjangkau dan Jam Operasional 2026

Meski gencar melakukan edukasi luar ruang, Museum Batik tetap mendorong siswa untuk datang langsung merasakan pengalaman membatik di lokasi. Untuk mendukung hal tersebut, pihak pengelola tetap mempertahankan tarif masuk yang sangat terjangkau bagi kantong pelajar.

Berikut adalah rincian tarif masuk Museum Batik Pekalongan tahun 2026:

0 Komentar