“Pertanyaan mendasarnya adalah: siapa sebenarnya yang diuntungkan dari sistem ini? Apakah rakyat yang ingin daerahnya maju, ataukah elite politik yang ingin mengamankan kekuasaan dengan cara instan?” pungkas Sachrul yang juga alumni UIN KH Abdurrohman Wahid itu.
Hingga saat ini, perdebatan panas mengenai wacana ini terus bergulir di kancah nasional dan memicu kekhawatiran publik akan terjadinya kemunduran demokrasi yang sangat serius di Indonesia. (dur)
