RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Hujan deras dengan durasi lebih dari lima jam yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak Sabtu (17/1/2026) dini hari memicu banjir bandang di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Desa Pait, Kecamatan Siwalan, di mana puluhan rumah warga kini terendam air dengan ketinggian mencapai satu meter.
Berdasarkan data terbaru, sedikitnya 90 rumah di Dukuh Tugurejo, Desa Pait, tergenang air dengan kedalaman bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter. Kondisi ini memaksa puluhan warga untuk meninggalkan rumah mereka demi keamanan.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko, mengungkapkan bahwa sebanyak 68 warga dari 15 kepala keluarga (KK) kini telah dievakuasi ke tempat pengungsian sementara.
Baca Juga:Kantor Samsat Kendal Terendam Banjir Setinggi Lutut, Layanan Ditutup Sementara hingga Senin DepanBanjir Batang Rendam 9 Titik dan 12 Ribu Warga, Bupati Faiz Kurniawan Siapkan Proyek Embung Rp26 Miliar
“Sebanyak 90 kepala keluarga atau 285 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah itu, 15 kepala keluarga atau 68 jiwa saat ini mengungsi di Mess Lokatex,” ujar Bambang saat memberikan keterangan, Minggu (18/1/2026).
Lansia hingga Balita Bertahan di Pengungsian
Kelompok pengungsi di Mess Pabrik Lokatex terdiri dari berbagai rentang usia, mulai dari lansia yang rentan hingga balita. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, banjir ini juga merendam fasilitas umum, termasuk satu bangunan sekolah dan dua tempat ibadah.
PMI Kabupaten Pekalongan telah mengerahkan tim asesmen dan unit ambulans untuk membantu proses evakuasi. Bambang menekankan bahwa bantuan logistik sangat mendesak diperlukan oleh para warga terdampak saat ini.
“Kami membutuhkan dukungan bantuan secara cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir, seperti makanan, perlengkapan bayi, obat-obatan, dan selimut,” jelasnya.
Banjir Meluas ke Lima Kecamatan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menjelaskan bahwa banjir kali ini tidak hanya melanda Kecamatan Siwalan. Luapan air juga dilaporkan merendam permukiman di Kecamatan Tirto, Sragi, Wiradesa, dan Buaran dengan ketinggian rata-rata 30 sentimeter.
“Pengungsi sementara ada di Lokatex 68 orang. Kita masih memantau perkembangannya, dimungkinkan bertambah,” tutur Agus.
Selain ancaman genangan air di wilayah pesisir dan dataran rendah, cuaca ekstrem juga memicu bencana tanah longsor di wilayah pegunungan. Di Desa Harjosari, Kecamatan Kandangserang, material longsor berupa batu besar sempat menutup akses jalan penghubung Bubak–Paninggaran.
