Bentuk Kepedulian NU Peduli, PCNU Kota Pekalongan Distribusikan 2.000 Nasi Bungkus Per Hari untuk Korban Banji

Bentuk Kepedulian NU Peduli, PCNU Kota Pekalongan Distribusikan 2.000 Nasi Bungkus Per Hari untuk Korban Banji
DAPUR UMUM – PCNU Kota Pekalongan mendirikan dapur umum di Gedung Aswaja untuk membantu pemenuhan makanan bagi warga terdampak banjir di Kota Pekalongan, Ahad (18/1/2026).
0 Komentar

RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan bergerak cepat merespons bencana banjir yang merendam sejumlah titik di Kota Batik. Sejak Sabtu dini hari (17/1/2026), melalui gerakan “NU Peduli”, jajaran PCNU bersama badan otonom (Banom) terjun langsung membantu evakuasi warga hingga mendirikan dapur umum.

Pusat aksi kemanusiaan ini dipusatkan di Gedung Aswaja, Kota Pekalongan. Dapur umum yang mulai beroperasi sejak Minggu pagi (18/1/2026) tersebut menjadi motor utama pemenuhan kebutuhan pangan bagi ribuan warga yang terisolasi maupun yang berada di pengungsian.

Sinergi yang melibatkan Lembaga, Banom, Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga pengurus tingkat Ranting se-Kota Pekalongan berhasil mendistribusikan sebanyak 2.000 nasi bungkus dalam sehari.

Baca Juga:Warga Batang Mulai Diserang Gatal dan Diare Pascabanjir, Puskesmas Batang 2 Gerak Cepat Bagikan Salep!Lawan Sampah, Fatayat NU Kendal Luncurkan Gerakan Shosfa dan Komitmen Kurangi Plastik dari Rumah

Rois Syuriyah PCNU Kota Pekalongan, KH Dr. Hasan Su’aidi, M.Si., menegaskan bahwa aksi nyata ini merupakan manifestasi kepedulian Nahdlatul Ulama dalam meringankan beban umat yang tengah dirundung musibah.

“Alhamdulillah, hari ini NU Peduli PCNU Kota Pekalongan bekerja sama dengan Lembaga, Banom, MWC, dan Ranting se-Kota Pekalongan melaksanakan kegiatan peduli korban bencana banjir dengan mendistribusikan 2.000 nasi bungkus. Insyaallah kegiatan ini akan berlangsung hingga lima hari ke depan,” ujar KH Hasan Su’aidi, Minggu (18/1/2026).

Target Lima Hari Operasi Dapur Umum

Rencana operasional dapur umum selama lima hari ke depan diharapkan mampu menjaga stabilitas asupan gizi warga terdampak, terutama di wilayah-wilayah yang aksesnya masih terputus akibat genangan air.

KH Hasan Su’aidi juga menekankan pentingnya solidaritas kolektif dari seluruh lapisan masyarakat. Ia membuka pintu bagi siapa pun yang ingin berkontribusi, baik dalam bentuk bahan pokok, obat-obatan, maupun bantuan dana segar untuk memperkuat jangkauan bantuan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang berkenan untuk membantu meringankan beban warga terdampak banjir di Kota Pekalongan. Semoga warga yang terdampak segera pulih, diberikan kesabaran, dan musibah serupa tidak terulang kembali,” tuturnya dengan penuh harap.

Kolaborasi Lintas Jenjang

Aksi NU Peduli tidak hanya terbatas pada pembagian logistik. Para relawan dari unsur Banser dan Banom lainnya juga masih bersiaga di lapangan guna memantau kondisi debit air serta melakukan evakuasi lanjutan jika diperlukan.

0 Komentar