RADARPEKALONGAN.ID, KENDAL – Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Kota Kendal, kini menjadi salah satu titik terdampak banjir paling parah dalam beberapa hari terakhir. Genangan air yang merendam hampir seluruh wilayah kelurahan telah melumpuhkan aktivitas ekonomi warga dan memutus akses logistik rumah tangga.
Menghadapi situasi darurat ini, relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Kebondalem bergerak cepat mendirikan dapur umum mandiri. Langkah ini diambil guna menjamin kebutuhan pangan warga, terutama bagi mereka yang terisolasi di dalam rumah karena genangan air yang tinggi.
Bendahara Destana Kebondalem, Widiatuti, mengungkapkan bahwa dapur umum ini menjadi harapan bagi ratusan warga, khususnya kaum lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang sulit menjangkau bantuan luar.
Baca Juga:Rel Pekalongan-Sragi Terendam Banjir, KAI Batalkan Belasan Perjalanan Kereta Api, Ini Daftar KA TerdampakKantor Samsat Kendal Terendam Banjir Setinggi Lutut, Layanan Ditutup Sementara hingga Senin Depan
“Logistik yang kami masak ini berasal dari Baznas, PMI, Dinsos, dan BPBD Kendal. Dapur umum sudah beroperasi sejak Kamis kemarin dan mampu meng-cover sekitar 300 hingga 400 nasi bungkus per hari,” ungkap Widiatuti saat ditemui di sela aktivitas memasak, Sabtu (17/1/2026).
Relawan Mulai Kelelahan
Proses pengolahan bahan makanan dilakukan oleh sembilan relawan Destana yang bekerja sejak pagi buta. Meski jumlah personel terbatas dan rasa lelah mulai menghinggapi para pejuang kemanusiaan ini, mereka tetap berkomitmen agar distribusi makanan tidak terhenti.
Untuk menyiasati keterbatasan tenaga, tim dapur umum menerapkan pola satu kali proses masak besar untuk didistribusikan secara serentak agar warga tidak menunggu lama.
“Kalau nasi bungkus yang kami siapkan kurang, kami memberikan bahan mentah kepada warga agar bisa dimasak sendiri. Tenaga relawan juga sudah mulai kelelahan,” ujarnya jujur.
Dapur Warga Terendam, Tak Bisa Memasak
Keberadaan dapur umum ini disambut haru oleh masyarakat setempat. Rusmiati, salah seorang warga Kebondalem, mengaku sangat terbantu. Pasalnya, kondisi dapur di rumahnya sudah terendam air hingga tak mungkin lagi digunakan untuk beraktivitas.
“Kami benar-benar terbantu karena tidak bisa memasak akibat dapur terendam banjir,” tutur Rusmiati dengan nada sedih.
Hingga saat ini, Destana Kebondalem terus melakukan pendataan warga agar bantuan logistik dari instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Warga berharap intensitas hujan segera menurun dan genangan di wilayah pemukiman mereka bisa cepat surut agar kehidupan kembali normal. (fur)
