RADARPEKALONGAN.ID, KOTA PEKALONGAN – Kota Pekalongan kini dalam status darurat banjir. Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur sejak Jumat malam (16/1/2026) hingga Minggu dini hari (18/1/2026) mengakibatkan genangan air kian meluas dan merendam ribuan rumah warga.
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kota Pekalongan, bencana hidrometeorologi ini telah berdampak pada 8.692 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di empat kecamatan. Meluapnya Sungai Bremi akibat kiriman air dari wilayah selatan serta cuaca ekstrem menjadi penyebab utama tenggelamnya wilayah pesisir ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengungkapkan situasi terkini di lapangan menunjukkan kondisi yang cukup memprihatinkan, terutama di wilayah cekung.
Baca Juga:Kantor Samsat Kendal Terendam Banjir Setinggi Lutut, Layanan Ditutup Sementara hingga Senin DepanBanjir Batang Rendam 9 Titik dan 12 Ribu Warga, Bupati Faiz Kurniawan Siapkan Proyek Embung Rp26 Miliar
“Sebanyak 1.472 jiwa mengungsi ke berbagai lokasi penampungan darurat, termasuk aula Kecamatan Pekalongan Barat, Masjid Alkaromah, hingga SDN Tirto 03,” ungkap Budi dalam laporannya, Minggu (18/1/2026).
Kampung Baru Tirto Terendam 1 Meter
Pantauan di lokasi menunjukkan variasi ketinggian air yang sangat ekstrem. Di area Jalan Progo, Kurinci, dan Majapahit, air terpantau setinggi 20 hingga 50 sentimeter. Namun, kondisi jauh lebih parah terlihat di wilayah Kampung Baru Tirto.
Di wilayah tersebut, genangan air dilaporkan mencapai ketinggian 50 hingga 100 sentimeter atau setinggi dada orang dewasa. Sementara di Jalan Singosari, ketinggian air stabil di angka 70 sentimeter, memaksa warga segera dievakuasi menggunakan perahu karet.
“Limpasan Sungai Bremi terjadi karena daya tampung DAS sudah penuh. Hujan di wilayah selatan membuat air meluap ke daerah cekung di kota,” tambah Budi.
Posko Pengungsian dan Evakuasi Mandiri
Hingga saat ini, titik-titik pengungsian terus dipadati warga. Selain aula kecamatan dan SDN Tirto 03, pengungsi juga memadati Mushola Babussalam Podosugih, Gedung Pertemuan RW 9 Podosugih, Mushola Al Ikhsan, serta sejumlah masjid di wilayah Pekalongan Barat dan Utara.
BPBD bersama jajaran TNI, Polri, OPD terkait, dan relawan terus bersiaga melakukan patroli kesiapsiagaan serta penilaian kebutuhan logistik untuk para pengungsi.
“Upaya penanganan akan terus dilakukan hingga situasi kembali aman dan seluruh warga dapat kembali ke rumah mereka dengan aman,” pungkasnya.
Baca Juga:Sinergi Polri-Warga, Kapolres Pekalongan Resmikan Jembatan Presisi Trajumas untuk Pelajar dan PetaniAntisipasi Banjir dan Jalan Rusak di Pekalongan, Satlantas Matangkan Rekayasa Lalin Lintas Instansi
Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat prediksi BMKG menunjukkan potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi. Masyarakat diminta segera menuju posko pengungsian jika debit air di dalam rumah terus mengalami kenaikan. (way)
